Hasil Penelitian Ungkap Kasus Covid-19 yang Sangat Parah Dapat Merusak Otak

30 Juni 2020, 16:25 WIB
ILUSTRASI pasien.* /Pixabay/

PR TASIKMALAYA – Ada beberapa hasil penelitian yang mengungkap bahwa Covid-19 dalam beberapa kasus yang sangat parah dapat merusak otak.

Hal tersebut juga dapat menyebabkan komplikasi penyakit seperti stroke, peradangan, psikosis, dan gejala mirip demensia pada penderita.

Dikutip PikiranRakyat-Tasikmalaya.com dari situs Antara, temuan itu merupakan salah satu hasil studi awal yang diadakan beberapa lembaga dan universitas ke sejumlah pasien Covid-19.

Baca Juga: Manusia Tak Hanya Hidup Sendiri, Para Ilmuwan Klaim Ada 36 Ras Alien yang Ikut Mendampingi

Ternyata hasil tersebut merupakan temuan pertama yang memberi gambaran lengkap mengenai pengaruh Covid-19 terhadap sistem saraf, kata para periset.

Mereka menekankan bahwa penelitian dalam lingkup lebih luas dibutuhkan demi mengetahui cara kerja komplikasi serta membantu menemukan pengobatan yang tepat.

“Ini merupakan gambaran penting mengenai komplikasi Covid-19 terkait otak pada pasien yang dirawat di rumah sakit.

Baca Juga: Covid-19 Belum Usai, Para Ahli Konfirmasi Virus Baru di Tiongkok yang Bisa Picu Pandemi Berikutnya

"(Temuan) ini penting karena kami terus mengumpulkan informasi semacam ini demi memahami sepenuhnya cara kerja virus,” kata salah satu ketua riset, Sarah Pett, seorang profesor di University College London.

Kajian yang telah diterbitkan dalam jurnal Lancet Psychiatry, Kamis, 25 Juni 2020, itu memperlihatkan secara detail 125 kasus Covid-19 di Inggris.

Ketua peneliti lainnya, Benedict Michael dari Liverpool University mengatakan penting bagi mereka untuk fokus ke penderita Covid-19 dengan gejala sakit parah.

Baca Juga: Menjadi Salah Satu Pembunuh dalam Kematian George Floyd, Kueng Akui Dirinya Tak Bersalah

Data penelitian dikumpulkan sejak 2 April sampai 26 April. Periode itu merupakan saat kasus Covid-19 meningkat secara eksponensial di Inggris.

Stroke jadi komplikasi penyakit otak yang cukup umum ditemui pada penderita Covid-19. Sedikitnya, 77 pasien dari total 125 pasien Covid-19 mengalami stroke.

Dari 77 orang itu, sebagian besar pasien merupakan orang lanjut usia di atas 60 tahun. Sebagian besar stroke disebabkan oleh penyumbatan darah di otak, dikenal dengan stroke iskemik.

Baca Juga: SKIM Wajib Dibawa Mulai 1 Juli 2020, Pembuatannya Makin Mudah dan Berikut Cara Mengurusnya

Kajian itu juga menemukan 39 pasien dari total 125 pasien menunjukkan tanda-tanda linglung atau perubahan pada tingkah laku yang mencerminkan perubahan kondisi mental atau pikiran seseorang.

Dari 39 orang itu, sembilan di antaranya mengalami disfungsi atau kegagalan fungsi otak yang tidak spesifik atau dikenal dengan istilah ensefalopati. Sementara itu, tujuh diantaranya mengalami peradangan otak atau ensefalitis.

Baca Juga: Aktor Johnny Depp Dikabarkan Bakal Jadi Joker di Film Batman Beyond

Michael mengatakan temuan-temuan itu merupakan langkah awal yang penting untuk mengetahui pengaruh Covid-19 pada otak.

“Saat ini, kami membutuhkan kajian lebih detail untuk memahami mekanisme biologis yang mungkin terjad, jadi kami dapat mengeksplorasi pengobatan yang berpotensi menyembuhkan penyakit,” kata dia.***

Editor: Tyas Siti Gantina

Sumber: Permenpan RB

Tags

Terkini

Terpopuler