Punya Penyakit Bawaan, Pejabat Struktural RSUD Soedarso Meninggal Akibat Terserang Covid-19

23 September 2020, 19:21 WIB
Ilustrasi virus corona. * /PIXABAY/ PIRO4D

PR TASIKMALAYA - Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat Harisson buka suara soal Covid-19, pada Rabu 23 September 2020.

Ia menyatakan bahwa Provinsi Kalbar itu ada tambahan satu pasien Covid-19 yang meninggal, yakni salah seorang pejabat struktural di RSUD Soedarso Pontianak.

"Dengan adanya tambahan satu kasus meninggal, sampai hari ini total pasien COVID-19 yang meninggal menjadi 8 orang," kata Harisson di Pontianak, Rabu, 23 September 2020.

Baca Juga: Ahok Sebut Direksi Pertamina Pandai Melobi Menteri, Erick Thohir: Saya Rasa itu Hal yang Biasa

Harisson menjelaskan pejabat struktural RSUD Soedarso Pontianak yang meninggal karena Covid-19 tersebut, adalah Kepala Bidang Pengelolaan Dana Fungsional di rumah sakit itu.

Almarhum meninggal siang tadi sekitar pukul 13.30 WIB dan sebelumnya sempat dirawat sejak 17 September di RSUD Soedarso.

"Karena almarhum bertugas sebagai pejabat struktural, sehingga tidak berhubungan langsung dengan pasien yang ada di rumah sakit, karena almarhum ini bekerja sehari-hari di kantor,” katanya, dikutip dari situs ANTARA.  

Harrison mengatakan almarhum meninggal dunia karena menderita Covid-19 yang disertai komorbid diabetes melitus tipe 2 atau penyakit kencing manis.

Baca Juga: Dapat dari Djoko Tjandra, Uang Suap Jaksa Pinangki Digunakan untuk Beli Mobil hingga Perawatan di AS

Terkait hal tersebut, Harisson kembali mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga agar penyakit komorbid yang diderita benar-benar dikontrol.

"Karena kalau penyakit komorbid ini tidak terkontrol, begitu terkena Covid-19, bisa berakibat fatal," ujarnya.

Ia juga mengingatkan kepada masyarakat untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan masker, selalu jaga jarak dengan menghindari kerumunan dan sering cuci tangan.

"Di Kalimantan Barat, saat ini terus terjadi peningkatan kasus konfirmasi COVID-19 dan pasien yang dirawat di rumah sakit juga meningkat. Ini menandakan bahwa sekarang kasusnya sudah meluas,” kata Harisson.

Baca Juga: Tangani Wabah, Laboratorium Eks Penanganan Flu Burung Beralih Fungsi Jadi Tempat Pemeriksaan Corona 

Harisson menjelaskan tidak dapat mendeteksi, sebab penderita juga beraktivitas di luar rumah, sehingga berpotensi untuk menyebarkan atau menularkan penyakitnya kepada warga yang berada di sekitarnya.

Lebih lanjut, Harisson mengatakan untuk almarhum meninggal pada hari ini, penanganan jenazahnya dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Kasus konfirmasi Covid-19 di Kalbar untuk hari ini juga bertambah 13 kasus, yakni di Pontianak 5 orang, Kubu Raya dua orang, Singkawang 3 orang, Mempawah satu orang, Sambas satu orang dan Kapuas Hulu satu orang. Semuanya dirawat di rumah sakit," tuturnya.

Hari ini Kalbar juga mendapat tambahan kasus sembuh 7 orang yang tersebar di Singkawang 4 orang, Pontianak 2 orang dan di Landak 1 orang.

Baca Juga: Merasa Terancam dengan Serangan Jet Tiongkok, Taiwan: Kami Tak Takut dan Berhak Membalasnya

"Dengan demikian, sampai hari ini, kasus konfirmasi konfirmasi Covid-19 di Kalbar sebanyak 892 orang, 727 orang atau 81,5 persen dinyatakan sembuh dan delapan orang meninggal," katanya.***

Editor: Rahmi Nurlatifah

Sumber: Permenpan RB

Tags

Terkini

Terpopuler