Sepakat Soal Wacana Revisi UU ITE, Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti: Tumpang Tindih dengan UU Lain

16 Februari 2021, 19:40 WIB
Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti setuju dengan gagasan Presiden Jokowi untuk merevisi UU ITE./ /Instagram/@abe_mukti

PR TASIKMALAYA – Sekretaris Umum (Sekum) PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti setuju dengan gagasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait revisi UU ITE.

Menurut Abdul Mu’ti beberapa pasal dalam UU ITE tumpang tindih dengan UU lain.

Selain itu, Abdul Mu’ti menilai UU ITE dijadikan alat politik kekuasaan oleh beberapa kelompok kepentingan.

Baca Juga: Jokowi Targetkan Vaksin Covid-19 Merah Putih akan Diproduksi Akhir Tahun 2021

Terkait UU ITE tersebut, Abdul Mu’ti menyampaikannya melalui cuitan di akun Twitter miliknya pada Selasa, 16 Februari 2021.

Saya Setuju dengan gagasan Presiden untuk merevisi UU ITE yang sebenarnya sejak awal ditentang oleh berbagai kalangan,” cuit Abdul Mu’ti, dikutip PikiranRakyat-Tasikmalaya.com dari Twitter @Abe_Mukti.

Beberapa pasal dalam UU ITE tumpang tindih dengan UU lain. Dalam pelaksanaan UU ITE dijadikan alat politik-kekuasaan oleh berbagai kelompok kepentingan,” sambungnya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Umumkan Profil 5 Dewan Direksi LPI, Salah Satunya Anak Sastrawan Ternama Indonesia

Meskipun merevisi UU ITE pada tahun ini bukan lah merupakan program legislasi nasional (prolegnas) 2021.

Tetapi, menurut Abdul Mu’ti hal itu masih bisa dilakukan dengan diajukan pemerintah kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Walaupun tahun ini tidak ada dalam prolegnas, Pemerintah bisa memproses gagasan Presiden tersebut dan mengajukan kepada DPR sesuai mekanisme yang berlaku,” tulis Abdul Mu’ti.

Baca Juga: Din Syamsuddin Dilaporkan GAR ITB ke KASN dengan Tuduhan Radikalisme, Teddy Gusnaidi: Mari Ikuti Prosesnya

Diketahui sebelumnya, Presiden Jokowi akan mempertimbangkan untuk mengajukan revisi UU ITE kepada DPR.

Hal itu menurutnya karena UU ITE dirasa tidak memberikan rasa keadilan.

Selain itu, karena dalam UU ITE terdapat pasal-pasal karet yang penafsirannya berbeda-beda dan diinterpretasikan secara sepihak.

 

***

Editor: Tita Salsabila

Tags

Terkini

Terpopuler