BKKBN: Silakan Wanita Punya Anak Ketika Berusia 25-30 Tahun

- 17 Mei 2024, 20:42 WIB
Ilustrasi wanita hamil.
Ilustrasi wanita hamil. /Pixabay/Greyerbaby

PR TASIKMALAYA - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengatakan bahwa saat wanita memasuki usia 25-30 tahun merupakan masa reproduksi yang paling sehat dan produktif.

“Silakan punya anak di usia 25-30 tahun karena saat itu istri (perempuan) masih kuat tulangnya, di atas 32 tahun tulang sudah mulai keropos," ujar Direktur Bina Kesehatan Reproduksi BKKBN Marianus Mau Kuru pada sosialisasi online yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (Dinas PPAPP) DKI Jakarta pada hari Jumat, 17 Mei 2024, sebagaimana dikutip PikiranRakyat-Tasikmalaya.com dari ANTARA.

Rentang umur 25 sampai 30 tahun merupakan masa-masa produktif bagi wanita untuk memiliki anak karena tulangnya masih dalam keadaan yang baik dan belum masuk kepada keadaan yang rawan seperti umur setelah 30 tahun.

Marianus merekomendasikan kepada wanita untuk tidak memiliki anak ketika menginjak usia di atas 35 tahun, hal ini dikarenakan panggulnya sudah kembali menyempit.

Baca Juga: Demi Menekan Polusi Udara Saat Kemarau, Pemprov DKI Jakarta Siap Gunakan Water Mist

Selain itu, ia juga memberikan imbauan kepada para wanita untuk menghindari hamil serta bersalin pada usia tersebut dikarenakan kesehatan serta fungsi rahim kondisinya sudah menurun, dan bisa berpotensi terkena komplikasi medis serta yang lebih parahnya bisa mengancam nyawa pada dirinya maupun calon bayi yang ada di kandungan.

Tak hanya itu, hamil pada saat usia yang terlalu muda, yaitu kurang dari usia 21 tahun, juga memiliki resiko tersendiri dan tidak direkomendasikan, hal ini disebabkan karena kondisi rahim dan panggul wanita yang belum siap untuk kehamilan dan melakukan persalinan secara sehat.

Selanjutnya, ada sejumlah dampak yang bisa saja terjadi apabila hamil dan bersalin di umur yang masih muda, yakni bayi yang dilahirkan berisiko mengalami prematur atau melahirkan sebelum pada waktunya, bisa juga berisiko untuk terjadi pendarahan yang bisa berakibat fatal pada sang ibu dan bayinya serta berpotensi terkena kanker leher rahim.

"Perempuan yang hamil terlalu muda (sebelum usia 21 tahun) tulang tidak berkembang, lebih cepat keropos dibandingkan yang hamil di usia 20 tahun ke atas," ujarnya.

Halaman:

Editor: Aghnia Nurfitriani

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah