Sabtu, 29 Februari 2020

Dampak Virus Corona, 20 Tenaga Migran asal Kota Tasikmalaya yang Akan Magang di Jepang Terancam Batal

- 15 Februari 2020, 09:00 WIB
Walikota Tasikmalaya H. Budi Budiman beserta Wakil Walikota H. Muhammad Yusuf melepas peserta yang akan magang ke Negara Jepang di halaman Bale kota Tasikmalaya.* /KP/ Aris MS

PIKIRAN RAKYAT - Rencana Pemerintah Kota Tasikmalaya memberangkatkan 20 peserta magang asal Kota Tasikmalaya di Negara Jepang pada bulan Maret 2020 terancam batal.

Hal itu sebagai dampak dari mewabahnya virus corona yang mematikan dibeberapa negara, termasuk negara Jepang.

"Jangankan yang mau berangkat, yang sudah ada di sana juga kan sejak merebaknya isu wabah corona mereka dipulangkan," ujar Kepala Dinas tenaga kerja Kota Tasikmalaya Rahmat Mahmuda pada Sabtu, 15 Februari 2020.

Baca Juga: Jadi Makanan Kesukaan Presiden Soekarno, Cokelat SilverQueen yang Mendunia Ternyata Berasal dari Garut

Lanjut Rahmat, pihaknya masih akan melihat perkembangan yang terjadi kedepan terkait wabah virus corona tersebut. Jika memang dalam waktu satu hingga dua bulan kedepan sudah memungkinkan diberangkatkan, kemunginan ke 20 peserta magang ke Jepang asal Kota Tasikmalaya tetap akan diberangkatkan.

"Kita lihat perkembangan situasinya dulu, jika memungkinkan ya kita berangkatkan sesuai jadwal, jika tidak paling ya diundur. Lagian sekarang para peserta magang masih mengikuti pelatihan kemampuan bahasa," ujar Rahmat.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Tasikmalaya akan memberangkatkan sebanyak 20 warga Kota Tasikmalaya yang akan magang di negara Jepang.

Baca Juga: Hanya Perlu KTP dan KK, BPS Sebut Sensus Online 2020 Siap Dijalankan

Bahkan, Walikota Tasikmalaya Budi Budiman sudah melepas peserta magang usai kegiatan Apel gabungan bertempat dihakaman Balaikota Tasikmalaya, Senin, 20 Januari 2020 yang lalu.

Dimana, program pemberangkatan tenaga kerja magang di Jepang merupakan program Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Dinas Tenaga Kerja bekerjasama dengan Bank Indonesia Kacab Tasikmalaya.

"Melalui kegiatan tersebut, ke-20 peserta magang akan mengikuti pemantapan bahasa dan keterampilan (bekerja separuh waktu) selam dua tahun full kerja diperusahaan setelah mendapatkan sertifikat M4 di luar negri yaitu di Negara Jepang," ujar Rahmat.***


Editor: Tyas Siti Gantina

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

X