Diduga karena Hubungan Memburuk, Trump Akan Tarik 9.500 Tentara AS dari Jerman

- 7 Juni 2020, 10:22 WIB
Trump dengan kanselir Jerman, Angela Merkel, yang baru-baru ini menggagalkan rencana AS jadi tuan rumah pertemuan G7
Trump dengan kanselir Jerman, Angela Merkel, yang baru-baru ini menggagalkan rencana AS jadi tuan rumah pertemuan G7 /The Guardian

PR TASIKMALAYA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah memerintahkan militer AS untuk memindahkan 9.500 tentara AS dari Jerman.

Langkah yang diambil oleh Trump kemungkinan akan meningkatkan kekhawatiran di Eropa tentang komitmen AS ke benua Eropa.

Menurut laporan Reuters, langkah ini akan mengurangi jumlah pasukan AS di Jerman menjadi 25.000 orang, dari 34.500 personel yang saat ini ada.

Baca Juga: Tuntut Akhiri Rasisme dan Kebrutalan Polisi di AS, Demonstran: Kami Berbaris untuk Harapan

Dikutip PikiranRakyat-Tasikmalaya.com dari Reutes, seorang pejabat senior AS yang tidak mau disebut identitasnya, menyebutkan bahwa kebijakan itu adalah hasil dari berbulan-bulan kerja oleh perwira militer top Amerika, Jenderal Mark Milley, ketua kepala staf gabungan, dan tidak ada hubungannya dengan ketegangan antara Trump dan Jerman.

Sementara itu, Kanselir Jerman Angela Merkel, menggagalkan rencana Trump untuk menjadi tuan rumah pertemuan negara G7 di bulan ini.

Seorang pejabat senior pemerintahan AS lain mengatakan, 9.500 tentara akan dikirim ke tempat lain, beberapa ke Polandia, beberapa ke negara-negara sekutu AS lainnya, sementara beberapa akan kembali ke rumah.

Baca Juga: Sambut Rombongan dari Zona Merah, PDI Perjuangan Kabupaten Tasikmalaya Gelar Rapid Test Massal

Pejabat ini mengatakan ada sedikit kebutuhan untuk kontingen besar di Jerman karena peningkatan keseluruhan pengeluaran pertahanan oleh aliansi militer NATO yang dipimpin AS.

Perubahan itu diperintahkan dalam sebuah memorandum yang ditandatangani baru-baru ini oleh penasihat keamanan nasional Trump, Robert O'Brien. Pejabat itu, mengatakan Amerika Serikat mulai menyiapkan rencana penarikan pasukan pada bulan September tahun lalu.

Senator Jack Reed dari Partai Demokrat menilai langkah penarikan sejumlah pasukan dari Jerman itu tidak masuk akal.

Baca Juga: Afghanistan Kutuk Polisi Iran yang Bakar Mobil Pengungsi, Seorang Bocah Keluar dengan Semburan Api

Andrew Weiss dari Carnegie Endowment for International Peace menyebut langkah itu adalah 'hadiah besar' bagi Rusia.

"Dengan satu gerakan, Trump menunjukkan sekali lagi bahwa aliansi kami tidak lebih dari permainan politik," tulis Weiss dalam akun Twitter miliknya.

Sementara itu, juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih John Ullyot mengatakan Amerika Serikat tetap berkomitmen untuk bekerja dengan Jerman dalam masalah pertahanan dan lainnya.

Baca Juga: Tak Semazhab dengan Sikap Trump Kerahkan Militer, Wali Kota Washington Dukung Demonstran

Langkah ini, pertama kali dilaporkan oleh Wall Street Journal, yang merupakan putaran terbaru dalam hubungan antara Jerman dan AS yang sering tegang selama masa kepresidenan Trump.

Trump telah menekan Jerman untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan dan menuduh Jerman sebagai 'tawanan' Rusia karena ketergantungan energinya.

Sekitar 17.000 karyawan sipil AS mendukung pasukan AS di Jerman. Tak hanya itu, diyakini juga Amerika Serikat juga memiliki hulu ledak nuklir di sana.***

 

Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Sumber: REUTERS


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x