Kanada akan Hadapi Musim Dingin di Tengah Gelombang Kedua Covid-19

29 Oktober 2020, 07:11 WIB
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau./Instagram/@justinpjtrudeau /

PR TASIKMALAYA – Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau memprediksi ‘musim dingin yang sulit’ dalam menghadapi gelombang kedua Covid-19 yang melanda sebagian besar negara itu.

Ia juga menyebut hal tersebut sebagai tragedi nasional, karena angka kematian mencapai 10.000 jiwa.

Jumlah kasus di Kanada telah meningkat, memicu pembatasan baru dalam pertemuan publik dan aktivitas di dalam ruangan untuk beberapa provinsi.

Baca Juga: BPOM Awasi Perdaran Vaksin Covid-19, Masyarakat Diharapkan Ikut Pantau Efek Samping

Kanada mencatat 2.674 kasus baru, sementara itu ada 10.002 kasus kematian, sehingga total ada 222.887 kasus.

“Ini menyebalkan. Benar benar, benar (menyebalkan),” ucap Trudeau pada konferensi pers ketika ditanya tentang kelelahan yang dirasakan warga Kanada setelah hidup di tengah pandemi selama lebih dari tujuh bulan.

Komentar tersebut ditunjukkannya dengan ekspresi tak biasa dan frustasi.

Baca Juga: Vaksin akan Tiba Dalam Waktu Dekat, Jokowi: Tetap Ikuti Koridor Ilmiah

Trudeau biasanya memberikan arahan di TV nasional Kanada untuk meyakinkan rakyat Kanada bahwa pemerintahan liberal sedang menangani krisis ini dengan sebaik mungkin.

“Apa yang kita alami adalah tragedi nasional yang mengerikan. Keluarga telah kehilangan salah satu orang yang dicintainya, hancur karena tragedi ini, dan kami perlu tahu bahwa akan ada lebih banyak tragedi yang datang,” ungkap Trudeau.

Quebec menjadi provinsi dengan populasi terbanyak kedua di Kanada, pada hari Senin lalu meperpanjang penutupan bar, tempat gym, dan restoran di pusat penyebaran Covid-19 seperti Montreal, dengan kasus baru mencapai 1.000 per hari.

Baca Juga: Perpres Nomor 102 Tahun 2020: KPK Bisa Tangani Kasus Kejagung dan Polri

Provinsi itu merupakan daerah yang paling terdampak Covid-19 di Kanada, dilaporkan pada hari Selasa, terdapat 963 kasus dan 19 diantaranya meninggal.  

Di Alberta pada hari Senin telah membatasi pertemuan sosial hingga 15 orang, dan di British Columbia juga memberlakukan pembatasan jumlah orang untuk pertemuan setelah lonjakan kasus baru di sana selama sepekan terakhir.

“Anak saya yang berusia 6 tahun menanyakan kepada saya beberapa minggu lalu ‘Ayah apakah Covid-19 ini selamanya?

Baca Juga: Pencurian Ikan di Natuna, Kapal Vietnam Sering Melakukan Perlawanan

“Sungguh membuat frustasi mengetahui bahwa kecuali kita benar-benar berhati-hati, mungkin tidak ada pertemuan keluarga yang kita inginkan saat Natal,” tambahnya.

Tapi ia juga mengatakan, segalanya akan menjadi lebih baik dan pemerintah federal akan ada di sana untuk membantu, sambil mendesak warga Kanada untuk ambil bagian dalam membatasi penyebaran penyakit ini.

“Ini akan menjadi musim digin yang sulit. Tapi, di musim semi dan musim panas nanti akan menjadi lebih baik,” tutup Trudeau.***

Editor: Tyas Siti Gantina

Sumber: Reuters

Tags

Terkini

Terpopuler