Covid-19 Masuki Area Pondok Pesantren, Ganjar Minta Penanganan Khusus

- 5 Oktober 2020, 14:05 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo angkat bicara soal isu Covid-19 dikaitkan dengan semua pasien yang meninggal di RS.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo angkat bicara soal isu Covid-19 dikaitkan dengan semua pasien yang meninggal di RS. /Dok. Humas Pemprov Jateng/

PR TASIKMALAYA – Peningkatan angka pasien terinfeksi Covid-19 di area pondok pesantren, menjadi perhatian khusus dari pemerintah.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berpendapat, perlu adanya penerapan protokol kesehatan khusus bagi klaster pondok pesantren.

Protokol kesehatan ini perlu kerja sama pemerintah, dengan para ulama , dan pengasuh dalam setiap penanganan klaster Covid-19 di pondok pesantren.

Baca Juga: Anies Baswedan Dikabarkan Tengah Dirawat, Wagub DKI Jakarta Buka Suara

“Kuncinya ada di para kyai, nyai, sesepuh, kemudian peran kemenag menjadi penting, ulama bertemu untuk sama-sama buat aturan protokol di pesantren.

“Nah, setelah itu nanti akan kita ketahui kekuranganya apa. Ya mari pemerintah membantu, maka butuh kerja sama, antara pengelola ponpes dengan pemerintah,”  kata Ganjar dikutip PikiranRakyat-Tasikmalaya.com dari Antara.

Ganjar berpendapat, potensi penyebab penularan Covid-19 juga penting untuk diketahui oleh mayarakat di lingkungan pondok pesantren. Sehingga dibutuhkan kader yang dilatih untuk memberi edukasi, dan menambah literasi.

Baca Juga: Bukannya Karantina, 33 Remaja di Bogor Asik Gelar Pesta Narkoba di Sebuah Villa

Selain itu, munculnya ketakutan dari masyarakat pesantren mengenai stigma orang yang terpapar Covid-19 juga harus diubah.

“Ini penting, karena kalau enggak akan menjadi keresahan. Maka kita mesti jaga perasaan, dan kepada para ulama – ulama, memang penting untuk kita bicara,” tambahnya.

Ganjar menegaskan, penanganan Covid-19 di pondok pesantren harus dilakukan dengan cepat mengingat ponpes menjadi salah satu tempat yang berpotensi menjadi klaster.

Baca Juga: Jokowi Persiapkan Transformasi Digital Teknologi 5G di Indonesia

“Sebenarnya, itu terjadi ya sma kayak di kantor juga, maka jangan kemudian diberikan stempek-stempel yang berlebihan, maka kita siap untuk membantunya,” lanjutnya.

Ganjar pun menegaskan, pengecekan penerapan protokol kesehatan terus dilakukan hingga saat ini, bahkan secara khusus.

Gerakan ‘Jogo Santri’ terus digencarkan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen.

Baca Juga: Rilis Film Fast & Furios 9 Kembali Diundur, Vin Diesel Tekuni Dunia Musik

Pria yang yang akrab disapa dengan Gus Yasin utu meminta pihak terkait tidak memulangkan para santri pondok pesantren di beberapa kabupaten yang menjadi klaster Covid-19 guna mengantisipasi meluasnya penyebaran ke daerah lain.

“Kalau dipulangkan, khawatirnya mereka akan memberikan penyebaran di kampungnya masing-masing.

“Tahan dulu, jangan dipulangkan begitu saja, laporkan ke kami, kami bantu apa yang diperlukan pondok pesantren dalam rangka penanganan ini,” kata Gus Yasin.

Baca Juga: Keren! PLTU Ropa Berhasil Uji Coba Bahan Bakar Sampah

Berkenaan dengan itu, Gus Yasin juga meminta seluruh pengasuh pondok pesantren yang menjadi klaster Covid-19 agar berkoordinasi dengan tim gugus tugas.***

Editor: Tyas Siti Gantina

Sumber: Permenpan RB


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah