Usai Polemik Wacana Pemulangan ISIS eks WNI Dibatalkan, Mahfud MD: Paspor Mereka Akan Segera Diblokir

- 24 Februari 2020, 22:00 WIB
PBNU menolak tegas pemulangan WNI eks kombatan ISIS untuk kembali ke Indonesia. AFP

PIKIRAN RAKYAT - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengatakan, Kemenkumham akan segera mengambil tindakan untuk memblokir paspor anggota ISIS eks WNI.

Pemblokiran paspor ini akan dilakukan setelah proses identifikasi bagi anggota ISIS eks WNI selesai dirampungkan.

Dikutip PikiranRakyat-Tasikmalaya.com dari Kantor Berita Antara, Mahfud menyebut proses identifikasi akan diakukan secara detail karena banyaknya hal yang perlu dipastikan.

Baca Juga: Diminta Ikut Sukseskan Sensus Penduduk 2020 Online, Anggota Kodim 0612/Tasikmalaya Dapat Sosialisasi dari BPS

"Mereka yang sudah teridentifikasi dengan nama, alamat asal, sekarang ada dimana, sejak kapan bergabung dengan ISIS, itu sudah mulai disetor ke Kemenkumham agar paspornya diblokir," kata Mahfud di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta pada Senin 24 Februari 2020.

Mahfud menegaskan, upaya pemblokiran paspor itu berlaku untuk WNI yang masuk kategori dewasa. Dengan pemblokiran itu, maka eks WNI tersebut tidak bisa masuk lagi ke wilayah Indonesia.

loading...

Selain itu, pemerintah juga melakukan identifikasi terhadap anak-anak yatim piatu yang di bawah usia 10 tahun. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari rencana pemulangan ke Indonesia.

Baca Juga: Pemilih Pemilu Parlemen Turun, Iran Tuduh Wabah Virus Corona sebagai Propaganda yang Dimainkan Kubu Oposisi

"Anak-anak masih diidentifikasi, soal gampang itu, kan nanti dijemput, bisa dibawa. Tetapi ada hal-hal yang memang sifatnya tertutup sehingga belum bisa diumumkan kepada publik," ujar Mahfud.

Pihaknya akan terus melakukan upaya pemulangan berdasarkan keputusan rapat kabinet. Hingga saat ini, pemerintah juga tengah membahas skema penjemputan dan pembinaan ketika anak-anak tersebut berhasil dipulangkan.

Halaman:

Editor: Tyas Siti Gantina

Sumber: Antara

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X