Amankan Pelaku Pencetak Uang Palsu, Kapolrestabes Bandung: Pemesannya dari Jakarta

- 28 Oktober 2020, 19:14 WIB
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya tengah memberikan keterangan pers soal pengungkapan uang palsu di Kota Bandung yang malibatkan empat tersangka di Mapolrestabes Bandung, Rabu 28 Oktober 2020
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya tengah memberikan keterangan pers soal pengungkapan uang palsu di Kota Bandung yang malibatkan empat tersangka di Mapolrestabes Bandung, Rabu 28 Oktober 2020 /Remy Suryadi/

PR TASIKMALAYA – Menjelang libur panjang, rawan terjadi peredaran uang palsu di tengah masyarakat.

Tak tanggung-tanggung, peredaran uang palsu ini dapat mencapai angka ratusan juga. Tidak sendirian, para pelaku pembuat uang palsu ini ternyata mempunyai pemesannya.

Sat Reskrim Polrestabes Bandung berhasil meringkus komplotan pelaku spesialis pencetak uang palsu di Kota Bandung, dengan menyita barang bukti sebesar Rp800 juta uang palsu yang siap diedarkan.

Baca Juga: 4 Tips Cegah Timbulnya Bintik Hitam pada Pakaian

Untuk mengungkap para pelaku pencetak uang palsu ini, Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Indragiri langsung memimpin operasi penggerebekan di kawasan Geger Kalong, Kota Bandung pada Selasa, 13 Oktober 2020.

“Diawali laporan masyarakat, setelah dilakukan penyelidikan oleh Sat Reskrim, ternyata benar. Pelaku dan barang bukti berhasil kita amankan di Geger Kalong,” ungkap Kapolrestabes Bandung Kombes Pol. Ulung Sampurna Jaya, di Mapolrestabes Bandung, Jalan Rawa pada Rabu 28 Oktober 2020.

Ulung mengungkapkan, para pelaku yang berhasil diamankan, yakni KP (25), AS (38), ASH (57), dan MRS (26), dengan perannya masing-masing dalam proses mencetak uang.

Baca Juga: Suntikan Modal dari Crowd Funding Bisa Jadi Alternatif Penguatan UMKM

Misalnya, lanjut Ulung, KP bertugas menscan dan mengedit, AS sebagai operator mesin cetak, ASH mencari pendana, dan MRS bertugas membantu operator serta membuat nomor seri uang.

“Ini ada pemesannya. Adapun pemesannya adalah dari Jakarta dan sedang dilakukan penyelidikan dan sedang dikejar oleh pertugas, sampai saat ini belum didapati tapi terus kita kembangkan,” katanya.

Ditambahkan, uang palsu hasil cetakan sejumlah Rp800 juta itu dijual oleh pelaku ke pemesan, nantinya dibayar dengan uang asli sebanyak Rp300 juta.

Baca Juga: Kecewa Tiongkok Relokasi ke Vietnam, BKPM Usulkan Gratis Sewa Lahan 10 Tahun Bagi Investor Asing

Atas perbuatannya itu, keempat tersangka dijerat pasal 36 ayat (1) Jo Pasal 26 ayat (1) Undang-Undang Ri Nomor 7 Tahun 2011, tentang mata uang dengan ancaman pidana 10 tahun penjara dan atau Pasal 244 KUHP tentang meniru dan memalsukan uang atau kertas yang dikeluarkan negara.

“Ancaman pidana paling lama 15 tahun,” jelasnya.***

Editor: Tyas Siti Gantina

Sumber: RRI


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x