Pertahankan Sanksi, AS Sebut Tidak Akan Izinkan Taliban Mengakses Cadangan Bank Sentral Afghanistan

- 20 Oktober 2021, 12:18 WIB
AS menegaskan bahwa mereka akan mempertahankan sanksi terhadap Taliban dan tidak akan mengizinkan Taliban akses cadangan bank Afghanistan.
AS menegaskan bahwa mereka akan mempertahankan sanksi terhadap Taliban dan tidak akan mengizinkan Taliban akses cadangan bank Afghanistan. /REUTERS/Tim Wimborne

PR TASIKMALAYA – Wakil Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Wally Adeyemo mengatakan dia tidak yakin Taliban akan diizinkan mengakses cadangan bank sentral Afghanistan, yang sebagian besar disimpan di Amerika.

Pejabat AS itu mengatakan bahwa mereka akan berusaha membantu Afghanistan, namun tetap mempertahankan sanksi untuk Taliban.

Usai Taliban mengambil alih Afghanistan, seperti dilansir PikiranRakyat-Tasikmalaya.com dari Reuters, perekonomian negara itu turun drastis dan kini mengalami krisis.

Baca Juga: Dibintangi Suzy hingga Jung Eun Chae, Serial 'The Second Anna' Telah Mulai Syuting?

Beberapa cara telah dicoba dilakukan PBB dan negara Barat untuk membantu memecahkan krisis ekonomi di Afghanistan.

“Kami percaya bahwa penting untuk mempertahankan sanksi terhadap Taliban, tetapi pada saat yang sama menemukan cara untuk bantuan kemanusiaan yang sah hingga sampai ke rakyat Afghanistan. Itulah tepatnya yang kami lakukan," kata Adeyemo.

Taliban telah meminta AS untuk mencabut blokir dari cadangan bank sentral Afghanistan yang disimpan di luar negara itu.

Baca Juga: Penampilannya Jadi Sorotan, Kondisi Anak Kakek Suhud Sebenarnya Dibongkar Pengurus Yayasan: Nggak Kerja

Saat ini, pemerintahan mereka berjuang untuk menahan krisis ekonomi yang semakin dalam.

Taliban mengambil alih kekuasaan di Afghanistan pada Agustus LALU setelah Amerika Serikat menarik pasukannya.

AS dan negara-negara Barat lainnya telah berjuang dengan pilihan sulit karena krisis kemanusiaan yang parah di Afghanistan.

Baca Juga: Bongkar Rahasia soal Kisah Cintanya, Ariel Noah Blak-blakan Akui Tak Pernah Ditolak Wanita karena Hal Ini

Mereka telah mencoba mencari cara untuk terlibat dengan Taliban tanpa memberi kelompok itu legitimasi yang mereka cari, sambil memastikan bantuan kemanusiaan mengalir ke Afganistan.

“Tujuan kami adalah untuk memastikan bahwa kami menerapkan rezim sanksi kami terhadap Taliban dan jaringan Haqqani, tetapi pada saat yang sama memungkinkan aliran bantuan kemanusiaan yang diizinkan ke negara itu,” ulang Adeyemo.

Jaringan Haqqani adalah kelompok yang berafiliasi dengan Taliban yang berbasis di dekat perbatasan dengan Pakistan dan disalahkan atas beberapa serangan bunuh diri terburuk dalam perang tersebut.

Baca Juga: Studi Sebut Vaksin Pfizer/BioNTech Sangat Protektif pada Rentang Usia 12-18 Tahun

Adeyemo mengatakan Departemen Keuangan mengambil setiap langkah yang dapat dilakukan dalam rezim sanksinya.

Ia memastikan bahwa Washington ingin memfasilitasi aliran bantuan kepada rakyat Afghanistan, tetapi memperingatkan agar bantuan harus mengalir ke rakyat, bukan ke Taliban.

Departemen Keuangan bulan lalu semakin membuka jalan bagi bantuan untuk mengalir ke Afghanistan meskipun ada sanksi AS terhadap Taliban.***

Editor: Linda Agnesia

Sumber: Reuters


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah