Tolak Kenaikan Gaji DPRD DKI, PSI: Lebih Baik Dimusuhi Daripada Pakai Rompi Oranye

- 16 Desember 2020, 17:46 WIB
 Ketua Umum PSI Grace Natalie.*
Ketua Umum PSI Grace Natalie.* //Twitter @grace_nat

PR TASIKMALAYA - Anggota DPRD DKI Jakarta melakukan walkout saat fraksi Partai Solidaritas Indonesia memberikan pernyataan.

Aksi walkout tersebut dilakukan saat PSI menolak adanya kenaikan gaji dan tunjangan anggota DPRD DKI Jakarta yang mencapai Rp 700 juta per bulan.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum PSI Grace Natalie memberikan komentarnya terkait aksi walkout yang dilakukan seluruh anggota DPRD DKI Jakarta tersebut.

Baca Juga: Bersinergi Jaga Jakarta, Kapolda Metro Jaya: Tak Boleh Diacak-acak Ormas Radikal

Lewat cuitan di akun Twitter pribadinya, Grace mengklaim PSI hadir untuk berkomitmen menjaga uang rakyat.

"Sejak awal terpilih, situasi seperti ini sudah bisa diduga. Pasti pilihan pilihan yang kami ambil dalam rangka menjaga komitmen untuk mengawal uang rakyat akan menuai pro dan kontra. And it's ok," cuit Grace.

Dalam utas tersebut, Grace yakin sikap PSI yang tak disakui, namun ia mengaku bertambah semangat dan tak mau menjadikan kejadian tersebut membuat pihaknya mati kutu.

Baca Juga: Tiba di Jakarta, 23 Tersangka Teroris Jaringan Jamaah Islamiyah Langsung Disambut Densus 88

"Yang pasti sikap sikap seperti ini tidak membuat kami gentar sama sekali, justru tambah semangat.

"Bro dan Sis anggota DPRD @psi_id di seluruh Indonesia berbesar hati lah, tugas kita yang utama mengawal uang rakyat," sambung Grace.

Di akhir utasnya, mantan jurnalis televisi tersebut lebih memilih dimusuhi banyak pihak dibanding tak mengawal kepercayaan rakyat sama sekali.

Baca Juga: Faizal Assegaf: Stop Berpolemik, yang Masih Ragukan Vaksin Produk Tiongkok Monggo Beri Masukan

"Lebih baik dimusuhi daripada tidur tak nyenyak, makan tak enak mengetahui uang rakyat dihambur2kan, dipakai secara serampangan, apalagi masuk kantong pribadi. Lebih baik dimusuhi daripada pakai rompi oranye," pungkas Grace.

Bukan hanya sang Ketum PSSI saja yang buka suara, Ketua DPP PSI Tsamara Amany juga ikut memberikan pandangannya terkait kejadian tersebut.

Dalam cuitan di akun Twitter pribadinya, Tsamara pun meyakini PSI yang berani mengambil resiko tersebut adalah suatu kehormatan.

Baca Juga: Satgas Bungkam atas Dugaan Angka Kematian Covid-19 Jauh Lebih Tinggi Dibandingkan dengan Data Resmi

"Resiko yang harus kami terima ketika berani menggagalkan rencana naik gaji & tunjangan anggota DPRD DKI sebesar Rp 700 juta per bulan.

"Dimusuhi karena menjaga uang rakyat adalah sebuah kehormatan," tulis Tasamara, Selasa, 15 Desember 2020.

***

Editor: Tyas Siti Gantina

Sumber: Twitter @TsamaraDKI Twitter @grace_nat


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah