PDIP Ingin Bantu BMKG, Megawati: Sejak Lama Sudah Minta Indonesia Agar Tiru Jepang

1 November 2020, 06:30 WIB
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri./Pikiran Rakyat /

PR TASIKMALAYA - Sebelumnya, ketua umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengatakan partainya siap membantu Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebarkan informasi soal potensi bencana di Tanah Air.

Hal itu diutarakan Megawati dalam Rapat Koordinasi Bidang Nasional Kebudayaan dengan tema 'Gerakan Menanam Pohon Kepala Daerah PDI Perjuangan se-Indonesia' secara daring, Sabtu, 31 Oktober 2020.

Hadir dalam acara itu Kepala BMKG Dwikorita Karnawati yang menjadi pembicara mengenai potensi bencana alam di Indonesia.

Baca Juga: Mike Pompeo Singgung Soal Isu Muslim Uighur, Pemerintah Tiongkok Serang Balik AS

Menurut Dwikorita, dampak La Nina berupa bencana hidrometeorologi banjir, banjir bandang, longsor angin kencang, dan puting beliung yang berpotensi mengancam sektor pertanian, perhubungan (transportasi), Infrastruktur, Kesehatan, dan keselamatan masyarakat itu perlu diantisipasi.

Megawati lalu mengaku dirinya sudah sejak lama meminta agar Indonesia setidaknya bisa meniru Jepang.

Di Jepang, bahkan sejak TK, seorang anak sudah diberi tahu kondisi alam negaranya yang rawan bencana.

Setiap keluarga diajari langkah-langkah menyelamatkan dirinya jika terjadi bencana, termasuk sistem pengamanan jika bencana terjadi. Misal soal simbol sirine, hingga wilayah evakuasi yang sudah dilengkapi fasilitas.

Baca Juga: Pandemi Covid-19 Jadi Kesempatan Dorong Pariwisata Ramah Muslim sebagai Inovasi Baru

"Bayangkan, kapan kita mau menuju seperti itu," kata Megawati. 

Megawati juga mengingatkan agar rakyat Indonesia seharusnya tak melupakan kearifan lokal menyangkut bencana.

Dia mencontohkan kejadian tsunami di Meulaboh Aceh, dimana hewan-hewan bergerak ke atas bukit sebelum tsunami datang. 

"Maka insting manusia Indonesia juga harus diperkuat. Ayo mari bersama kita mencoba. Saya harap kita jangan sekedar bicara saja. Tapi kerjakan pengetahuan saja," tutur Megawati.***

Editor: Rahmi Nurlatifah

Sumber: ANTARA

Tags

Terkini

Terpopuler