Pesanan 42 Jet Tempur dari Prancis Capai Rp68 Triliun, Anggota DPR Harapkan Ini dari Prabowo Subianto

14 Februari 2022, 14:06 WIB
Ilustrasi. Anggota Komisi I DPR RI Sukamta beri tanggapan terkait pemerintah pesan 42 jet tempur dari Prancis. /Reuters/Costas Baltas/

PR TASIKMALAYA - Anggota Komisi I DPR RI Sukamta memberi tanggapan pemerintah melakukan pemesanan 42 jet tempur dari Prancis.

Pemerintah sebelumnya diketahui melakukan pemesanan 42 jet tempur Dassault Rafale, dan membeli dua kapal selam jenis Scorpene dari Prancis.

Menurut anggota DPR Sukamta, pembelian jet tempur dan dua kapal selam untuk memenuhi target Minimum Essential Forces (MEF).

"Pembelian 42 pesawat tempur dan alutsista lainnya merupakan bagian dari rencana penguatan alutsista kita, dalam rangka pemenuhan target MEF," ucap Sukamta pada Senin, 14 Februari 2022 seperti dikutip PikiranRakyat-Tasikmalaya.com dari ANTARA.

Baca Juga: Siapa Saja Karakter yang Akan Dimunculkan Pada Anime Kimetsu no Yaiba Season 3 Arc Desa Pembuat Pedang?

Pembelian puluhan jet tempur itu bagian kerja sama penelitian, serta pengembangan perusahaan yang bergerak di industri galangan kapal PT PAL bersama Naval Group.

"Kita berharap pembelian ini, diikuti penguatan industri pertahanan dalam negeri," lanjut anggota DPR, Sukamta.

Amanat UU RI No 16 tahun 2012 tentang Industri Pertahanan, setiap pembelian alutsista dari luar negeri harus diikuti transfer teknologi.

"Mengingat pembelian ini jumlahnya banyak, kami berharap transfer teknologi direncanakan dengan baik, rinci, matang, tidak asal-asalan," ujar Sukamta.

Baca Juga: Khalid Basalamah akan Dilaporkan Terkait Video Wayang, Persatuan Dalang: Sangat Menyakitkan Kami

Pihaknya mengungkapkan, pembelian 42 jet tempur dan dua kapal selam yang mencapai Rp 68 triliun bukan jumlah sedikit.

"Apalagi biaya mencapai Rp 68 triliun, bukanlah jumlah sedikit, terlebih kita sedang menghadapi pandemi, yang membutuhkan biaya besar untuk pemulihan," lanjutnya.

Selain itu, menurutnya seharusnya ada sebagian jet tempur yang dapat dilakukan proses produksi di Indonesia.

"Kita sudah memiliki PT Dirgantara Indonesia, yang sudah dilibatkan dalam kerja sama pembuatan IFX/ KFX," kata Sukamta.

Baca Juga: Doctor Strange Muncul dengan Berbagai Versi di Film Terbarunya Usai Sukses Menyatukan Versi Paralel Spider-Man

Jika sebagian batch pesanan dibuat di PT DI, akan menjadi modal awal dalam akuisisi teknologi jet tempur.

"Semoga Menhan Prabowo Subianto, memasukkan strategi tersebut, dalam kerjasama jual beli pesawat dan lainnya," lanjutnya.

Menurutnya banyak negara yang juga memberi skema tersebut, sehingga dipilihnya pembelian dari Prancis jadi langkah penting dan strategis, guna kepentingan pertahanan negara secara lebih luas.***

Editor: Al Makruf Yoga Pratama

Sumber: ANTARA

Tags

Terkini

Terpopuler