PT KAI Daop 7 Madiun Rilis Laporan Puluhan Kecelakaan di Perlintasan Kereta

19 Oktober 2020, 12:34 WIB
Ilustrasi Kereta Api. Dok. Pribadi /Muhamad Foriesta/

PR TASIKMALAYA - PT KAI Daop 7 Madiun merilis data kecelakaan yang terjadi antara kereta api dan pengendara di perlintasan sebidang di Madiun.

Data dari bulan Januari sampai pertengahan Oktober 2020, telah terjadi 37 insiden kecelakaan.

"Dengan banyak terjadi insiden, sosialisasi bersama stakeholder gencar dilakukan," kata Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko, Senin 19 Oktober 2020 dikutip dari RRI.

Baca Juga: Unjuk Rasa Tolak UU Ciptaker Jadi Bahan Diskusi, Gubernur Sulsel: Selesaikan dengan Dialog

Jumlah kecelakaan yang terjadi antara kereta api dan pengendara disebabkan karena pengguna jalan yang tidak berhati-hati kerika akan melintasi perlintasan kereta api.

"Semoga dengan sosisalisasi kesadaran masyarakat dalam menaati aturan lalu lintas di perlintasan sebidang meningkat. Harapannya, angka kecelakaan dapat ditekan," harapnya.

Untuk meminimalisir angka kecelakaan pada perlintasan sebidang, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi di perlintasan sebidang mengimbau masyarakat untuk disiplin dan mengutamakan keselamatan.

Baca Juga: Tes Swab Massal Dadakan, Wali Kota Surabaya Blokade Jalan Masuk Taman Bungkul

"Sosialisasi ini harus dilakukan secara kontinyu karena beberapa hari terakhir kerap kali terjadi temperan antara kereta api dengan pengguna jalan.

"Sehingga perjalanan kereta api menjadi terganggu. Kereta api itu kan membawa banyak penumpang, dan kerugian itu juga terjadi pada pihak kami PT KAI,” ungkapnya.

Irfan juga menjelaskan, untuk mengurangi kecelakaan yang terjadi akibat kurangnya disiplin pengguna jalan tentu harus menaati dan mematuhi rambu yang ada.

Baca Juga: Kemensos Targetkan Penyaluran BSB Tahap III Selesai Bulan Ini

Ketika sinyal sudah berbunyi kendaraan wajib berhenti meskipun pintu kereta api belum tertutup sempurna, pengguna jalan juga harus mendahulukan perjalanan kereta api dan memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintasi rel.

Peraturan mengenai perlitasan sebidang telah tertuang dalam pasal 114 UU No. 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Selain kecelakaan pada periode bulan Januari sampai Oktober 2020, PT KAI juga merilis data kecealaan di perlintasan sebidang selama lima tahun terakhir.

Baca Juga: Berikut 10 Negara dengan Kasus Penyebaran Corona Tertinggi di Dunia

Tahun 2016 terdapat 44 kasus, 2017 ada 94 kasus, tahun 2018 ada 73 kasus, 2019 terdapat 52 kasus dan tahun 2020 sampai pertengahan oktober terdapat 37 kasus***

Editor: Tyas Siti Gantina

Sumber: RRI

Tags

Terkini

Terpopuler