Dinilai Tidak Transparan, Banggar Pertanyakan Alokasi Anggaran Gugus Tugas Covid-19

20 Mei 2020, 03:35 WIB
ANGGOTA Banggar DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Asep Muslim.* //Aris MF/KP

PIKIRAN RAKYAT - Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Tasikmalaya dinilai tidak transparan dalam penyampaikan kebutuhan penggunaan anggaran penanganan Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya.

Pasalnya, hingga kini Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Tasikmalaya tidak pernah mengetahui seperti apa rincian penggunaan anggaran tersebut.

Hal ini disampaikan anggota Banggar DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Asep Muslim, seusai mengikuti rapat Banggar di Gedung DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Selasa, 19 Mei 2020.

Baca Juga: Disebut Dinosaurus Penghuni Terakhir Bumi, Fosil Megaraptor Ditemukan di Argentina

"Saya di Banggar itu tidak pernah tahu rincian anggaran kegiatan seperti apa. Kita tidak pernah tau Gugus Tugas ini sudah membeli apa saja, sudah melaksanakan apa saja, anggarannya dari mana, habis berapa. Kita tidak pernah tahu," jelas politisi PKB tersebut.

Hingga dengan sikap seperti ini, Asep Muslim menilai, terkesan ada yang ditutup-tutupi. Ia pun menyesalkan sikap TAPD yang seperti itu, sehingga terkesan menyembunyikan sesuatu.

"Mengapa TAPD tidak mau memberikan secara transparan rincian anggaran penggunaan Gugus Tugas Covid 19 di Kabupaten Tasikmalaya?" ujar Asep.

Baca Juga: Pasien Covid-19 Pertama Dinyatakan Sembuh, Bercerita saat Dirawat Getol Ibadah hingga Main Tiktok

Dalam rapat Banggar, secara pribadi Asep telah mempersilakan pimpinan DPRD untuk mengambil langkah politik.

Akan tetapi, dirinya mengaku bakal melakukan langkah hukum dengan mengadukan cara TAPD ini kepada Komisi Informasi.

Ia menilai hal ini telah melanggar undang-undang tentang keterbukaan informasi publik.

Baca Juga: Gempa di Pangandaran Terasa hingga Tasikmalaya, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Asep mengaku, dirinya sudah mengikuti rapat Banggar membahas kejadian ini sebanyak 5 kali pertemuan. Akan tetapi, selama 5 kali pertemuan itu tidak pernah diperlihatkan rincian kebutuhan Gugus Tugas Covid-19, meski sudah diminta berkali-kali.

Pihaknya, dikatakan Asep, hanya mengetahui jumlah total kebutuhan anggaran sebesar Rp 63 miliar tanpa mengetahui rinciannya apa saja.

"Kita harus tau, takutnya kebutuhan anggarannya kurang. Jadi kami bisa rasionalisasi untuk penambahan," tegasnya.***

Editor: Suci Nurzannah Efendi

Tags

Terkini

Terpopuler