Hoaks atau Fakta: RUU HIP Ubah Sila Pertama Pancasila Menjadi Ketuhanan yang Berkebudayaan

19 Juni 2020, 10:40 WIB
HOAKS - informasi yang mengklaim sila pertama Pancasila diubah dari //KOMINFO

PR TASIKMALAYA – Beredar postingan sejumlah akun Facebook yang mengklaim  sila pertama Pancasila diubah dari "Ketuhanan yang Maha Esa" menjadi "Ketuhanan yang Berkebudayaan".

Salah satu akun yang membagikan narasi itu adalah akun Hafid Daeng Al Makassary, yakni pada 13 Juni 2020. Akun ini juga mengunggah foto siaran program Kabar Petang di stasiun televisi tvOne.

Topik yang dibahas dalam siaran itu adalah "RUU Pancasila Buka Pintu Komunisme?".

Baca Juga: Terdakwa Kasus Jiwasraya Keluhkan Kondisi Rutan, Jubir KPK: Tak Seharusnya Minta Fasilitas Berlebih

Unggahan tersebut beredar di tengah penolakan RUU HIP yang saat ini sedang dibahas di DPR. RUU HIP masuk ke dalam program legislasi prioritas DPR pada 2020 dan sudah disetujui dalam Rapat Paripurna DPR sebagai inisiatif DPR.

Namun klaim tersebut, perubahan sila pertama Pancasila ini tertuang dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP). Namun klaim yang beredar itu ternyata tidak benar termasuk menyesatkan.

Melalui penelusuran tim PikiranRakyat-Tasikmalaya.com dari berbagai sumber, pencarian diawali dengan menelusuri kanal Youtube stasiun televisi Indonesia terkait.

Baca Juga: Hoaks atau Fakta: Beredar Klaim Benarkah Tidak Ada yang Meninggal Murni karena Covid-19?

Kemudian ditemukan video Komisi III DPR dari Fraksi PDIP Masinton Pasaribu pernah ditayangkan pada 13 Juni 2020.

Siaran itu diberi judul "Pasal 7 RUU Pancasila HIP Tuai Kontroversi, Abdul Mu'ti: Jangan Buka Sejarah yang Harusnya Dikubur".

Dalam siaran tersebut, disinggung tentang frasa "Ketuhanan yang Berkebudayaan" yang tertera dalam Pasal 7 RUU HIP.

Baca Juga: Sulit Dibedakan dengan Foto Asli, Seniman asal Jerman Mampu Ciptakan Lukisan Hipper-realistis

Frasa ini menuai kontroversi karena dianggap mereduksi arti ketuhanan. Masinton membantah hal tersebut. Menurut dia, frasa itu muncul dalam pidato Bung Karno di Sidang BPUPKI pada 1 Juni 1945.

"Bahwa setiap orang Indonesia hendaknya percaya pada Tuhan. Landasan kepercayaan pada Tuhan ini satu-kesatuan dengan empat sila lainnya yang menghormati kemanusiaan, kehidupan, perbedaan, dan sebagainya.

Kemudian dalam draft RUU HIP  yang diunggah situs resmi DPR dalam Pasal 7 tersebut, tidak tercantum narasi bahwa sila pertama Pancasila diubah dari sebelumnya berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa” menjadi "Ketuhanan yang Berkebudayaan".

Baca Juga: Berikut 5 Alasan Tepat Bahwa Istilah Telat Menikah itu Hanya Subjektif Semata

Berdasarkan pemeriksaan tersebut, klaim bahwa di RUU HIP sila pertama Pancasila diubah menjadi "Ketuhanan yang Berkebudayaan" menyesatkan.

Frasa itu memang disebutkan sebagai ciri pokok Pancasila dalam Pasal 7 RUU HIP. Namun, dalam RUU tersebut, tidak tercantum narasi bahwa sila pertama Pancasila diubah dari sebelumnya berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa” menjadi "Ketuhanan yang Berkebudayaan".

Meskipun begitu, sejumlah pihak menilai RUU HIP tidak mendesak untuk disahkan dan secara substansi mengandung pasal-pasal yang multitafsir.***

Editor: Tyas Siti Gantina

Sumber: Kominfo

Tags

Terkini

Terpopuler