Salah Kaprah! Ternyata Ini Perbedaan Antagonis dan Protagonis yang Sering Disalahartikan

- 14 September 2023, 16:00 WIB
Ilustrasi tokoh antagonis dan protagonis
Ilustrasi tokoh antagonis dan protagonis /freepik/

PR TASIKMALAYA - Istilah antagonis dan protagonis sering terdengar di dalam sebuah cerita atau film. Sebuah cerita biasanya akan terdiri dari tokoh yang baik dan tokoh yang jahat. Tokoh yang baik dikenal dengan protagonis, sedangkan tokoh yang jahat dikenal dengan antagonis. 

Kedua sebutan tersebut tentu sudah familier di telinga banyak orang. Bahkan, ketika sekolah pun guru akan menjelaskan bahwa antagonis adalah tokoh yang jahat karena selalu menyakiti tokoh protagonis, sedangkan tokoh protagonis adalah tokoh yang selalu teraniaya oleh tokoh antagonis. 

Namun, pengertian mengenai antagonis dan protagonis yang didapatkan ketika di sekolah merupakan pengertian yang keliru. Akibatnya, istilah antagonis dan protagonis sering disalahartikan.

Menurut KBBI, protagonis memiliki definisi tokoh utama dalam cerita rekaan, sedangkan antagonis memiliki definisi tokoh dalam karya sastra yang merupakan penentang dari tokoh utama; tokoh lawan.

Baca Juga: Tes IQ: Mau Dapat Promo 9 9 McD? Yuk Cari 3 Perbedaan pada Gambar Ini dalam 23 Detik!

Berdasarkan definisi kedua istilah tersebut, dapat dipahami bahwa protagonis dan antagonis bukanlah mengenai pembagian sifat atau karakter tokoh, melainkan pembagian tugas dalam sebuah cerita.

Protagonis bukan berarti tidak bersifat jahat dan antagonis tidak selamanya memiliki sifat yang jahat. Contohnya, dalam cerita Malin Kundang. Malin Kundang merupakan tokoh protagonis (tokoh utama) dalam cerita tersebut yang memiliki karakter tidak baik karena durhaka kepada ibunya.

Sedangkan ibu Malin Kundang merupakan tokoh antagonis (melawan tokoh utama) karena berusaha menghalangi tujuan Malin Kundang untuk merantau.

Baca Juga: Penjelasan Ending Drama Korea Moving Episode 16 dan 17: Detik-detik Menegangkan

Sebagai tokoh antagonis, ibu Malin Kundang tidak berkarakter jahat. Ia merupakan sosok ibu yang penyabar dan sayang kepada anaknya. Singkatnya, walau pun protagonis adalah seorang penjahat, dia akan tetap disebut sebagai protagonis karena dialah tokoh utama dalam sebuah cerita.

Hal yang perlu diperhatikan mengenai pembagian tugas tersebut yaitu tidak semua hal dilihat dari satu sudut pandang saja. Antagonis dan protagonis tidak hanya dilihat dari satu sisi, tetapi dapat dilihat dari sisi yang lainnya.

Misalnya, dalam dongeng Pada Zaman Dahulu. Salah satunya cerita Kancil dan Pak Tani. Singkatnya, cerita tersebut mengisahkan Kancil yang mencuri timun milik Pak Tani.

Jika dilihat dari sudut pandang Kancil sebagai tokoh utama, Pak Tani merupakan tokoh antagonis karena berusaha menghalangi tujuannya dengan mengurung Kancil. Namun, jika sudut pandang tersebut dibalik dari sisi Pak Tani sebagai tokoh utama maka Kancillah yang menjadi antagonisnya karena menghalangi tujuan Pak Tani memanen timunnya dengan mencuri timun yang ditanam oleh Pak Tani.***

Editor: Wulandari Noor


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah