Telegram Larangan Media Siarkan Arogansi Aparat Dicabut, Kapolri: Kami Minta Maaf, Kami Selalu Butuh Koreksi

- 7 April 2021, 11:00 WIB
Kapolri Listyo Sigit Prabowo cabut surat telegram terkait larangan media siarkan sikap arogansi aparat kepolisian.*
Kapolri Listyo Sigit Prabowo cabut surat telegram terkait larangan media siarkan sikap arogansi aparat kepolisian.* //Dok.PMJ News

"Arahan saya ingin Polri bisa tampil tegas namun humanis, namun kami lihat ditayangan media masih banyak terlihat tampilan anggota yang arogan, oleh karena tolong anggota untuk lebih berhati-hati dalam bersikap dilapangan," kata Kapolri dalam keterangan tertulisnya, Selasa 6 April 2021.

Menurut Kapolri, perilaku anggota kepolisian akan selalu disorot oleh masyarakat. Sebab itu, ia mengingatkan satu perbuatan arogan oknum polisi dapat merusak citra Polri yang saat ini sedang berusaha menuju untuk lebih baik dan profesional.

Baca Juga: Kabar Baik! Arab Saudi Izinkan Pelaksanaan Umrah Mulai Ramadhan 1442 Hijriah, Simak Syarat dan Ketentuannya

"Karena semua perilaku anggota pasti akan disorot, jangan sampai ada beberapa perbuatan oknum yang arogan, merusak satu institusi, karena itu saya minta agar membuat arahan agar anggota lebih hati-hati saat tampil dilapangan," tuturnya.

"Jangan suka pamer tindakan yang kebablasan dan malah jadi terlihat arogan, masih sering terlihat anggota tampil arogan dalam siaran liputan di media, hal-hal seperti itu agar diperbaiki sehingga tampilan anggota semakin terlihat baik, tegas namun humanis," kata dia.

Mantan Kabareskrim Polri itu menyataka bahwa dalam telegram yang sempat muncul tersebut justru menimbulkan perbedaan penafsiran dengan awak media atau insan pers.

Baca Juga: Link Streaming Grup C Persela Lamongan vs Persik Kediri, Laga Hidup Mati Menuju Perempat Final Piala Menpora

Kesalahan persepsi dalam hal ini bukanlah media melarang meliput arogansi polisi dilapangan.

Namun menurut Sigit, semangat sebenarnya dari telegram itu adalah pribadi dari personel kepolisian itu sendiri yang tidak boleh bertindak arogan.

"Jadi dalam kesempatan ini saya luruskan, anggotanya yang saya minta untuk memperbaiki diri untuk tidak tampil arogan namun memperbaiki diri sehingga tampil tegas, namun tetap terlihat humanis. Bukan melarang media untuk tidak boleh merekam atau mengambil gambar anggota yang arogan atau melakukan pelanggaran," tuturnya.

Halaman:

Editor: Arman Muharam

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah