Majelis Hakim Tolak Eksepsi HRS , Luqman Hakim: Bersiaplah Menerima Semburan Diksi dari Bot-bot Medsosnya

- 6 April 2021, 15:10 WIB
Anggota DPR RI Fraksi PKB, Lukman Hakim turut menanggapi putusan Majelis Hakim yang menolak eksepsi Habib Rizieq Shihab (HRS).*
Anggota DPR RI Fraksi PKB, Lukman Hakim turut menanggapi putusan Majelis Hakim yang menolak eksepsi Habib Rizieq Shihab (HRS).* //DOK. PRMN

PR TASIKMALAYA- Penolakan eksepsi Habib Rizieq Shihab (HRS) oleh Majelis Hakim turut ditanggapi olleh Anggota DPR RI Fraksi PKB, Luqman Hakim.

Tanggapan perihal eksepsi Habib Rizieq Shihab yang ditolak oleh Majelis Hakim itu, disampaikan Luqman Hakim melalui cuitan yang diunggah di akun media sosial Twitter miliknya.

Luqman Hakim menuturkan bahwa dengan ditolaknya eksepsi Habib Rizieq Shihab tersebut, maka Majelis Hakim harus siap dimaki-maki.

Baca Juga: Waspada Penipuan Pesan Berantai Mengatasnamakan Tim Vaksinasi Covid-19, Bica Curi Data Pribadi

Seperti diketahui, eksepsi atau nota keberatan terdakwah Habib Rizieq Shihab terkait kasus kerumunan di Petamburan dan Megamendung ditolak Majelis Hakim.

Pihak pengadilan beralasan isi eksepsi yang dilayangkan pihak Habib Rizieq Shihab bukan materi keberatan sebagaimana Pasal 143 ayat 2 dan Pasal 156 ayat 1 KUHAP.

Sebagaimana diberitakan Mantrasukabumi.Pikiran-Rakyat.com dalam judul artikel "Berani Tolak Eksepsi Habib Rizieq Shihab, Anggota DPR RI: Hakim Harus Siap Dimaki", Lukman Hakim pun memberikan tanggapan perihal eksepsi tersebut.

Baca Juga: Atta dan Aurel Malam Pertama di Kamar Raja Salman, Ada Hadiah dari Iriana Jokowi

"Pak Hakim harus siap dimaki-maki karena berani menolak pembelaan Muhammad Rizieq Shihab (MRS)," cuit Luqman Hakim seperti dikutip mantrasukabumi.com dari akun twitter @LuqmanBeeNKRI pada Selasa, 6 April 2021.

"Bersiaplah menerima semburan diksi “dungu”, “g*b**k”, “pandir”, “kafir”, “pki”, dll, dari bot-bot medsosnya," tulisnya.

"Menurut MRS dan kawan-kawan, diksi-diksi itu representasi dari revolusi akhlak dan negara bersyariah," ujarnya.

Baca Juga: Kedapatan Timbun Bahan Pokok Jelang Ramadhan? Siap-siap Dipenjara Hingga Denda Rp50 Miliar

Sebelumnya, Habib Fahmi Alkatiri marah lantaran Majelis Hakim tidak terima nota keberatan Habib Rizieq Shihab tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Habib Fahmi Alkatiri melalui akun twitter pribadinya pada 6 April 2021.

"Innalillahi ....Hakim menolak Nota keberatan Habib," cuit Habib Fahmi seperti dikutip mantrasukabumi.com dari akun twitter @FKadrun pada Selasa, 6 April 2021.

Baca Juga: SE Ramadhan 2021 Kegiatan Bukber Diizinkan, Menag Yaqut Ungkap Sejumlah Syarat

Habib Fahmi pun mengatakan bahwa sidang kasus Habib Rizieq Shihab tersebut akan dilanjutkan selama tujuh hari kedepan.

"Lanjut dengan pemeriksaan saksi selama 7 hari, b*ngs*t," tulis Habib Fahmi.

Atas keputusan tersebut, sidang akan dilanjutkan dengan pemeriksaan pokok perkara.

Baca Juga: Sinopsis Ikatan Cinta Malam Ini, 6 April 2021: Mama Rosa Bantu Al dan Andin, Kejahatan Elsa Terbongkar?

Kemudian Majelis pun memerintahkan jaksa penuntut umum untuk menghadirkan para saksi terkait kasus Habib Rizieq itu.

Majelis Hakim menilai dakwaan yang dibuat Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas Habib Rizieq di kasus kerumunan Megamendung sudah sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku.

Hakim menyebut salah satu eksepsi Rizieq yang menuding kasus kerumunan di Megamendung merupakan kriminalisasi cinta dan kerinduan tak masuk dalam materi eksepsi.

Baca Juga: Daftar 6 Pemenang SAG Awards 2021, Yuh Jung Youn Minari Raih Penghargaan Peran Pendukung Terbaik

Sebelumnya, dalam eksepsi, Habib Rizieq membandingkan kasusnya dengan kerumunan yang terjadi dalam kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Maumere, Nusa Tenggara Timur.

Selain itu, Habib Rizieq juga menilai kerumunan yang terjadi di Bandara Soekarno-Hatta diakibatkan pernyataan Menko Polhukam Mahfud Md, yang mempersilahkan melakukan penjemputan.***(Sofar Syaoqi H/Mantrasukabumi.Pikiran-Rakyat.com)

Editor: Arman Muharam

Sumber: mantrasukabumi.pikiran-rakyat.com


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah