MUI Akan Luncurkan Fatwa Terkait Kasus Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang Tolak Ajakan Tabayun

27 Juni 2023, 10:51 WIB
Pemimpin Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Zaytun mengakui Jenderal (Purn) Hendropriyono sebagai teman dekatnya. /tangkap layar Instagram @ikamaz.alzaytun/

PR TASIKMALAYA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan meluncurkan fatwa terkait kasus Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun. Hal ini berlandaskan beberapa rekaman yang tersebar luas di media sosial.

Misalnya rekaman Pimpinan Ponpes Al Zaytun Panji Gumilang yang mengatakan Allah SWT tidak berbahasa Arab dan tidak mengerti bahasa Indramayu. Hal ini dianggap menistakan tuhan dengan perumpamaan seperti manusia.

Selain itu, juga soal kesesatan yang terjadi dalam penafsiran Al-Quran, dengan tidak menggunakan kaidah dasar dalam tafsir Al Quran. Hal itu dikonfirmasi oleh Ketua MUI bidang Dakwah dan Ukhuwah, Muhammad Cholil Nafis.

"Insyaallah dalam satu atau dua hari ada fatwa. Besok laporan kami baru final, setelah itu tahapan selanjutnya adalah fatwa," kata Cholil pada Senin, 26 Juni 2023 seperti dilansir PikiranRakyat-Tasikmalaya.com dari Antara.

Baca Juga: Pihak Al Zaytun Akan Kirim Jawaban Tertulis Soal Dugaan Ajaran Sesat, Pemprov Jabar Serahkan ke Menkopolhukam

MUI hanya akan mengeluarkan fatwa dengan penelitian yang komprehensif dan tidak tergesa-gesa. Menurutnya, pihaknya belum pernah mengeluarkan fatwa selain fatwa haram terkait perempuan yang menjadi khatib bagi laki-laki pada Shalat Jumat.

"Kita tidak permasalahkan shalat berjarak, karena mungkin itu masalah khilafiah. Tapi penafsiran Panji terkait surat Al-Mujadalah ayat 11 itu yang menjadi masalah," lanjutnya.

Menurutnya, seluruh pihak yang terkait hendaknya memisahkan antara Panji Gumilang yang membuat gaduh, kerangka Negara Islam Indonesia (NII), serta Ponpes Al Zaytun sebagai institusi pendidikan.

"Padahal kami sudah ajak untuk bertemu, tapi Panji menolak. Kami sudah surati juga untuk tabayun, tapi tidak ditanggapi," lanjut Cholil.

Baca Juga: MUI Keluarkan Fatwa soal Kasus Ma'had Al Zaytun: Perlu Diselamatkan

Pihaknya berharap agar polemik dapat diselesaikan dengan cepat. Serta seluruh pihak yang terkait segera bertindak.

"Ini kan menyangkut pendidikan anak-anak yang berada di sana juga, maka perlu diselamatkan," lanjutnya.

Sementara itu, saat ini Bareskrim Polri dan Kemenkopolhukam tengah mengusut polemik Al Zaytun. Kedua lembaga diketahui membentuk tim untuk menyelidiki dugaan penistaan agama Ponpes tersebut.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto mengungkapkan Menkopolhukam Mahfud MD nanti akan menguatkan tim yang dibentuk oleh Polri untuk mengusut kasus Al Zaytun tersebut.

Baca Juga: Bahas Al Zaytun, Ulama di Tasikmalaya Sepakati 6 Poin dari Hasil Pertemuan

“Kemarin kami mendapat arahan dari Bapak Menko Polhukam dan Pak Kapolri terkait dengan dugaan adanya penistaan agama yang dilakukan oleh pengasuh Pondok Pesantren Al Zaytun,” kata Agus pada Senin, 26 Juni 2023 seperti dilansir PikiranRakyat-Tasikmalaya.com dari PMJ News.

Menurut Agus, Mahfud MD mengarahkan hal tersebut secara langsung. Selain itu, tim ini dibentuk untuk memperkuat laporan dugaan penistaan agama Ponpes Al Zaytun.

“Kemudian beliau juga arahkan secara langsung kepada kami, dan nanti beliau akan membentuk tim untuk memperkuat tim yang ada di Bareskrim untuk memperkuat laporannya,” lanjut Agus.***

Editor: Thytha Surya Swastika

Sumber: PMJ News ANTARA

Tags

Terkini

Terpopuler