Tuntut Pengembalian Jenazah Pemimpin, Pribumi Ekuador Sandera Dua Polisi dan Satu Warga Sipil

- 4 Juli 2020, 13:05 WIB
GELOMBANG protes masyarakat Ekuador yang mencari jasad keluarganya yang meninggal akibat COVID-19 di Kota Guayaquil /Reuters

PR TASIKMALAYA - Kelompok pribumi di Ekuador telah menyandera dua orang polisi dan seorang warga sipil.

Hal itu dilakukan untuk menuntut pihak berwenang mengembalikan jenazah seorang pemimpin komunitas yang meninggal karena Covid-19.

Baca Juga: Ungkap Pil Pahit Selama di Tahanan, Ahok Sebut Veronica Tan ke Singapura dengan 'Teman Dekat'

Dilansir dari Reuters, Menteri Dalam Negeri Maria Paula Romo mengatakan, jenazah pemimpin tersebut telah dimakamkam dengan protokol kesehatan.

"Petugas polisi tidak dapat dianggap sebagai tawar menawar dalam keadaan ini atau dalam keadaan apa pun," cuit Romo dalam akun Twitter-nya.

Baca Juga: Ayah Khabib Nurmagomedov Meninggal Dunia karena Covid-19

loading...

Romo juga menyematkan tiga buah foto yang menunjukkan foto pejabat yang duduk di sebuah bangunan kayu sambil dikeliling masyarakat yang membawa tombak.

Salah satu anggota komunitas, Shuar Kumay bersikeras jika Alberto Mashutak tak meninggal karena terpapar Covid-19.

Baca Juga: Khawatir Terpapar Virus Corona, Suku Yanomami Kecam Kunjungan Militer dan Wartawan

Pihaknya ingin mendapatkan izin untuk memberikan penghormatan terakhir pada sang pemimpin dengan memberinya penguburan tradisional.

Halaman:

Editor: Tyas Siti Gantina

Sumber: Reuters


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X