Bacaan Surah An Naba, Tulisan Arab dan Terjemahan dalam Bahasa Indonesia!

- 23 Oktober 2021, 06:03 WIB
Berikut ini adalah bacaan Surah An-Naba beserta tulisan arab dan terjemahan dalam bahasa Indonesianya.
Berikut ini adalah bacaan Surah An-Naba beserta tulisan arab dan terjemahan dalam bahasa Indonesianya. //Unsplash/ Andri Helmansyah

PR TASIKMALAYA - Surah An Naba yang dalam bahasa arab ditulis: النّبا, memiliki arti berita besar.

Surah An Naba merupakan surah yang ke-78 di dalam kitab suci al-Qur'an.

Pada pengelompokannya, Surah An Naba tergolong ke dalam surah Makkiyah.

Baca Juga: Jadwal TV Hari Ini Sabtu, 23 Oktober 2021: ANTV, Trans 7, dan tvOne, Ada Acara Buyar 'Bucyin Ambyar'

Surah An Naba terdiri dari 40 ayat dan kata An Naba’ yang memiliki arti berita besar di ambil dari ayat ke 2 pada surah ini.

Dinamai juga Amma yatasaa aluun diambil dari perkataan Amma yatasaa aluun yang terdapat pada ayat 1 surah Surah An Naba.

Menurut Ibnu Katsir dalam Tafsirnya menjelaskan bahwa manusia itu tebagi menjadi dua, yakni golongan orang yang beriman kepada Allah dan kufur.

Baca Juga: Aty Kodong Bandingkan Lesti Kejora dengan Nagita Slavina, Sampai Singgung Harta Kekayaan Orang Tua Mereka

Surah An Naba merupakan bentuk peringatan dari Allah kepada manusia, tentang pasti terjadinya hari keputusan yaitu hari kiamat yang maha dahsyat.

Hari kiamat terjadi ketika sangkakala ditiup dan manusia datang secara berbondong-bondong kebingungan.

Allah akan membukakan langit bumi yang di dalamnya terdapat beberapa pintu dan manusia akan diletakkan pada pintu-pintu yang sesuai dengan amal ibadahnya selama hidup di dunia ini.

Baca Juga: Kenali Lebih Dekat dengan Flavonoid, Senyawa yang Dapat Membantu Tingkatkan Penyerapan Vitamin C dalam Tubuh

Dilansir PikiranRakyat-Tasikmalaya.com melalui quran.kemenag.go.id, berikut merupakan bacaan Surah An-Naba beserta tulisan arab dan terjemahan dalam bahasa Indonesianya:

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

عَمَّ يَتَسَاۤءَلُوْنَۚ - ١

Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya?

عَنِ النَّبَاِ الْعَظِيْمِۙ - ٢

Tentang berita yang besar (hari kebangkitan)

الَّذِيْ هُمْ فِيْهِ مُخْتَلِفُوْنَۗ - ٣

Yang dalam hal itu mereka berselisih

كَلَّا سَيَعْلَمُوْنَۙ - ٤

Tidak! Kelak mereka akan mengetahui

ثُمَّ كَلَّا سَيَعْلَمُوْنَ - ٥

Sekali lagi tidak! Kelak mereka akan mengetahui

اَلَمْ نَجْعَلِ الْاَرْضَ مِهٰدًاۙ - ٦

Bukankah Kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan

Baca Juga: Kenali Lebih Dekat dengan Flavonoid, Senyawa yang Dapat Membantu Tingkatkan Penyerapan Vitamin C dalam Tubuh

وَّالْجِبَالَ اَوْتَادًاۖ - ٧

Dan gunung-gunung sebagai pasak?

وَّخَلَقْنٰكُمْ اَزْوَاجًاۙ - ٨

Dan Kami menciptakan kamu berpasang-pasangan

وَّجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًاۙ - ٩

Dan Kami menjadikan tidurmu untuk istirahat

وَّجَعَلْنَا الَّيْلَ لِبَاسًاۙ - ١٠

Dan Kami menjadikan malam sebagai pakaian

وَّجَعَلْنَا النَّهَارَ مَعَاشًاۚ - ١١

Dan Kami menjadikan siang untuk mencari penghidupan

وَبَنَيْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعًا شِدَادًاۙ - ١٢

Dan Kami membangun di atas kamu tujuh (langit) yang kokoh

وَّجَعَلْنَا سِرَاجًا وَّهَّاجًاۖ - ١٣

Dan Kami menjadikan pelita yang terang-benderang (matahari)

وَّاَنْزَلْنَا مِنَ الْمُعْصِرٰتِ مَاۤءً ثَجَّاجًاۙ - ١٤

Dan Kami turunkan dari awan, air hujan yang tercurah dengan hebatnya

لِّنُخْرِجَ بِهٖ حَبًّا وَّنَبَاتًاۙ - ١٥

Untuk Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tanam-tanaman

وَّجَنّٰتٍ اَلْفَافًاۗ - ١٦

Dan kebun-kebun yang rindang

Baca Juga: Dicap Pasangan Paling Kontroversial, Ini Alasan Putri Margaret dan Peter Townsend Dilarang Menikah

اِنَّ يَوْمَ الْفَصْلِ كَانَ مِيْقَاتًاۙ - ١٧

Sungguh, hari keputusan adalah suatu waktu yang telah ditetapkan

يَّوْمَ يُنْفَخُ فِى الصُّوْرِ فَتَأْتُوْنَ اَفْوَاجًاۙ - ١٨

(yaitu) pada hari (ketika) sangkakala ditiup, lalu kamu datang berbondong-bondong

وَّفُتِحَتِ السَّمَاۤءُ فَكَانَتْ اَبْوَابًاۙ - ١٩

Dan langit pun dibukalah, maka terdapatlah beberapa pintu

وَّسُيِّرَتِ الْجِبَالُ فَكَانَتْ سَرَابًاۗ - ٢٠

Dan gunung-gunung pun dijalankan sehingga menjadi fatamorgana

اِنَّ جَهَنَّمَ كَانَتْ مِرْصَادًاۙ - ٢١

Sungguh, (neraka) Jahanam itu (sebagai) tempat mengintai (bagi penjaga yang mengawasi isi neraka)

لِّلطّٰغِيْنَ مَاٰبًاۙ - ٢٢

Menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas

لّٰبِثِيْنَ فِيْهَآ اَحْقَابًاۚ - ٢٣

Mereka tinggal di sana dalam masa yang lama

لَا يَذُوْقُوْنَ فِيْهَا بَرْدًا وَّلَا شَرَابًاۙ - ٢٤

Mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman

Baca Juga: Ramalan Shio Ayam, Anjing, dan Babi, 23 Oktober 2021: Tidak Ada Salahnya Meminta Bantuan

اِلَّا حَمِيْمًا وَّغَسَّاقًاۙ - ٢٥

Selain air yang mendidih dan nanah

جَزَاۤءً وِّفَاقًاۗ - ٢٦

Sebagai pembalasan yang setimpal

اِنَّهُمْ كَانُوْا لَا يَرْجُوْنَ حِسَابًاۙ - ٢٧

Sesungguhnya dahulu mereka tidak pernah mengharapkan perhitungan

وَّكَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا كِذَّابًاۗ - ٢٨

Dan mereka benar-benar mendustakan ayat-ayat Kami

وَكُلَّ شَيْءٍ اَحْصَيْنٰهُ كِتٰبًاۙ - ٢٩

Dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu Kitab (buku catatan amalan manusia)

فَذُوْقُوْا فَلَنْ نَّزِيْدَكُمْ اِلَّا عَذَابًا ࣖ - ٣٠

Maka karena itu rasakanlah! Maka tidak ada yang akan Kami tambahkan kepadamu selain azab

اِنَّ لِلْمُتَّقِيْنَ مَفَازًاۙ - ٣١

Sungguh, orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan

حَدَاۤىِٕقَ وَاَعْنَابًاۙ - ٣٢

(yaitu) kebun-kebun dan buah anggur

وَّكَوَاعِبَ اَتْرَابًاۙ - ٣٣

dan gadis-gadis montok yang sebaya

وَّكَأْسًا دِهَاقًاۗ - ٣٤

dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman)

لَا يَسْمَعُوْنَ فِيْهَا لَغْوًا وَّلَا كِذَّابًا - ٣٥

Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia maupun (perkataan) dusta

جَزَاۤءً مِّنْ رَّبِّكَ عَطَاۤءً حِسَابًاۙ - ٣٦

Sebagai balasan dan pemberian yang cukup banyak dari Tuhanmu

Baca Juga: Ramalan Shio Kuda, Kambing, dan Monyet, 23 Oktober 2021: Berhati-hatilah dengan Perkataan

رَّبِّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا الرَّحْمٰنِ لَا يَمْلِكُوْنَ مِنْهُ خِطَابًاۚ - ٣٧

Tuhan (yang memelihara) langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Yang Maha Pengasih, mereka tidak mampu berbicara dengan Dia

يَوْمَ يَقُوْمُ الرُّوْحُ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ صَفًّاۙ لَّا يَتَكَلَّمُوْنَ اِلَّا مَنْ اَذِنَ لَهُ الرَّحْمٰنُ وَقَالَ صَوَابًا - ٣٨

Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bersaf-saf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pengasih dan dia hanya mengatakan yang benar

ذٰلِكَ الْيَوْمُ الْحَقُّۚ فَمَنْ شَاۤءَ اتَّخَذَ اِلٰى رَبِّهٖ مَاٰبًا - ٣٩

Itulah hari yang pasti terjadi. Maka barang siapa menghendaki, niscaya dia menempuh jalan kembali kepada Tuhannya

اِنَّآ اَنْذَرْنٰكُمْ عَذَابًا قَرِيْبًا ەۙ يَّوْمَ يَنْظُرُ الْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ وَيَقُوْلُ الْكٰفِرُ يٰلَيْتَنِيْ كُنْتُ تُرَابًا ࣖ - ٤٠

Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (orang kafir) azab yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata, “Alangkah baiknya seandainya dahulu aku jadi tanah.”***

Editor: Rahmi Nurlatifah


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah