Sambut Normal Baru, Startup Jepang Ciptakan Masker Wajah Cerdas Terkoneksi Internet

28 Juni 2020, 18:02 WIB
Masker Internet /Reuters

 

PR TASIKMALAYA – Era normal baru telah dimulai, aktivitas kembali berjalan seperti biasanya dan tetap dengan menerapkan protokol kesehatan salah satunya menggunakan masker.

Ketika penggunaan masker menjadi kewajiban dalam era normal baru pandemi Covid-19, startup Jepang Donut Robotics telah mengembangkan "masker cerdas".

Diketahui masker cerdas ini terkoneksi internet yang dapat mengirimkan pesan dan menerjemahkan dari bahasa Jepang ke delapan bahasa lainnya.

Baca Juga: Akui Miliki Masalah Pernapasan, Seorang Wanita Mengamuk Saat Ditegur Karena Tak Menggunakan Masker

Dikutip PikiranRakyat-Tasikmalaya.com dari situs ReutersAntara, Dinamai "C-mask," masker plastik berwarna putih itu menutup wajah sesuai dengan ukuran standar dan terhubung melalui Bluetooth ke aplikasi smartphone dan tablet.

Kemduian  canggihnya masker tersebut dapat menyalin ucapan ke dalam pesan teks, melakukan panggilan atau membuat suara lebih nyaring saat memakai masker.

"Kami telah bekerja keras selama bertahun-tahun untuk mengembangkan robot dan kami telah menggunakan teknologi itu untuk menciptakan produk yang merespons bagaimana virus corona membentuk ulang kehidupan sosial," kata kepala eksekutif Donut Robotics, Taisuke Ono,

Baca Juga: Nekat Minum Hand Sanitizer, Tiga Orang Meninggal dan Satu Lainnya Menderita Kebutaan Permanen

Para insinyur Donut Robotics memiliki ide membuat masker saat mereka mencari produk untuk membantu perusahaan bertahan di tengah pandemi.

Ketika awal virus corona, startup tersebut baru saja mendapatkan kontrak untuk memasok robot pemandu dan penerjemah di bandara Haneda Tokyo, sebuah produk yang menghadapi masa depan tidak pasti menyusul jatuhnya bisnis perjalanan.

Sebanyak 5.000 C-mask pertama dari Donut Robotics akan dikirim ke pembeli di Jepang mulai September. Ono berharap dapat menjualnya di China, Amerika Serikat dan Eropa. Dia mengatakan ada minat yang kuat dari pasar tersebut.

Baca Juga: Rekam Video Sebelum Bunuh Diri, Seorang Prajurit: Saya Meminta Bantuan Tapi Tak Ada yang Mendengar

Dijual dengan harga 40 dolar AS atau sekitar Rp574 ribu per masker, Donut Robotics ingin memasuki pasar yang bahkan hingga beberapa bulan lalu tidak ada.

Salah satu tujuannya, Ono mengatakan, adalah menghasilkan pendapatan dari layanan pelanggan yang ditawarkan melalui aplikasi yang akan diunduh pengguna.

Donut Robotics mengembangkan prototipe masker cerdas dalam waktu satu bulan dengan mengadaptasi perangkat lunak penerjemahan yang dikembangkan untuk robotnya.

Baca Juga: Pensiunan PNS Pemkab Tasikmalaya Ditemukan Tewas Membusuk di Rumahnya Sendiri

Sementara, desain topeng dibuat oleh salah seorang insiyur perusahaan rintisan tersebut, Shunsuke Fujibayashi, empat tahun lalu saat membuat tugas kuliah untuk menafsirkan percakapan dengan memetakan otot wajah.

Ono mengumpulkan 28 juta yen (260.000 dolar AS) untuk pengembangan masker cerdas tersebut dengan menjual saham Donut Robotics melalui situs crowdfunding Jepang Fundinno.

"Kami menaikkan target awal kami 7 juta yen dalam waktu tiga menit dan berhenti setelah 37 menit ketika kami telah mencapai 28 juta yen," kata Ono.***

Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Sumber: REUTERS

Tags

Terkini

Terpopuler