Raja Charles III Disebut Bantu Camilla Keluar dari Bayang-bayang Putri Diana, Apa yang Dilakukannya?

- 11 September 2022, 15:34 WIB
Ini yang dilakukan Raja Charles III usai dirinya disebut membantu Camilla keluar dari bayang-bayang Putri Diana.*
Ini yang dilakukan Raja Charles III usai dirinya disebut membantu Camilla keluar dari bayang-bayang Putri Diana.* /Kolase foto Reuters/Phil Noble dan Reuters/Mike Blake/

PR TASIKMALAYA - Raja Charles III disebut telah mengubah istrinya, Camilla Parker Bowles dari musuh publik nomor satu menjadi permaisuri Ratu yang dikagumi jutaan orang.

Itu adalah intervensi oleh ibunya yang akhirnya meyakinkan Raja Charles III, bahwa inilah saatnya mengambil pertaruhan terbesar dalam hidup.

Tepat setahun sebelum kematian Putri Diana, Raja Charles III dan Camilla telah meluncurkan apa yang kemudian dikenal di kalangan Istana sebagai Operasi PB.

Pada saat Camilla sedang dijelekkan oleh publik dan pers, dan para bangsawan mendesak Raja Charles III untuk melepaskannya, seperti dilansir PikiranRakyat-Tasikmalaya.com dari Gold Coast Bulletin.

Baca Juga: Tes IQ: Nyaris Tak Ada yang Berhasil! Jika Jenius, Anda Bisa Melihat Semua Lingkaran pada Gambar, Ada Berapa?

Pada bulan Agustus 1996, Camilla bertemu Mark Bolland, direktur Komisi Pengaduan Pers yang memiliki koneksi baik, mengatakan dia sejujurnya hancur dan berada di bawah tekanan besar.

Dalam beberapa minggu, Bolland bekerja untuk Raja Charles III sebagai asisten sekretaris pribadinya.

Bagian dari pekerjaannya adalah mendalangi kampanye untuk meningkatkan citra Camilla, dan Raja Charles III menganggap urusannya dengan Pers sebagai kejahatan yang perlu.

Sekitar ulang tahunnya yang ke-50 pada Juli 1997, Bolland merencanakan peluncuran publisitas termasuk pesta di rumah Pangeran Highgrove, di mana dia dan Camilla secara terbuka intim.

Baca Juga: Tes Psikologi: Bulu Mana yang Paling Anda Sukai? Temukan Rahasia Kepribadian Anda di Sini!

Dua minggu kemudian, pasangan itu bertemu dengan sekutu terdekat PM Tony Blair, Peter Mandelson, di mana Raja Charles III mengungkapkan mereka menginginkan kehidupan yang lebih normal.

Bolland kemudian menulis bahwa panduan Mandelson tentang cara memenangkan kembali rakyat Inggris, telah membantunya menyusun rencana yang pada akhirnya akan mengarah pada hari pernikahan pasangan itu.

Namun kematian Putri Diana pada September 1997 hampir menggagalkan rencana itu.

Tampaknya perasaan dingin terhadap Camilla mulai mencair, papan terpenting dari Proyek PB bertumpu pada Pangeran William dan Pangeran Harry.

Baca Juga: POPULER HARI INI: Tes IQ Ciri Orang Jenius hingga Kate Middleton Tak akan Hadiri Pemakaman Ratu Elizabeth II

Jika kedua anak laki-lakinya menerima Camilla, terlepas dari semua yang telah terjadi, publik pasti akan mengikutinya.

Hubungan yang telah berlangsung selama lebih dari 35 tahun ini diresmikan oleh pernikahan mereka pada April 2005 lalu.

Bayangan Pangeran William dan Pangeran Harry berseri-seri dengan gembira saat mengikuti pasangan bahagia itu keluar dari Guildhall, mengirimkan sinyal ke obsesi Putri Diana.

Sejak itu, Camilla telah menjadi anggota senior keluarga kerajaan yang berpengalaman.

Baca Juga: Tes Kepribadian: Sikap Kamu pada Orang Lain Terungkap dari Gambar yang Terlihat Pertama Kali!

Pernikahan Raja Charles III dan Camilla yang langgeng adalah bukti bahwa opini publik tentang orang bisa berubah.

Hanya sedikit yang akan berpendapat bahwa, Raja Charles III sekarang akan menjadi raja yang lebih besar karena memiliki Camilla di sisinya.***

Editor: Tyas Siti Gantina


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah