Bukan Tanpa Alasan, Korsel Berharap Uji Coba Celltrion untuk Covid-19 Segera Dilakukan di Eropa

- 2 Juni 2020, 20:42 WIB
ILUSTRASI injeksi vaksin virus corona.*
ILUSTRASI injeksi vaksin virus corona.* /Daily Mail

PR TASIKMALAYA - Korea Selatan mengharapkan uji klinis perawatan Covid-19 eksperimental Celltrion Inc akan dimulai di Eropa bulan depan.

Bukan tanpa alasan, hal itu dilakukan dengan tujuan untuk mengamankan pasokan obat yang cukup besar pada paruh pertama tahun depan.

Pembuat obat di seluruh dunia bergegas mengembangkan pengobatan untuk penyakit yang disebabkan oleh coronavirus baru, yang telah membunuh lebih dari 374.000 orang secara global sejak pertama kali muncul akhir tahun lalu di Tiongkok.

Baca Juga: Mark Zuckerberg Tak Menindak Unggahan Donald Trump, Karyawan Facebook Putuskan untuk Mogok Kerja

Dikutip PikiranRakyat-Tasikmalaya.com dari Reuters, Celltrion mengatakan pada Senin bahwa pengobatan antibodi eksperimental Covid-19 menunjukkan penurunan viral load hingga 100 kali lipat dalam pengujian pada hewan.

Pihaknya mengatakan akan memulai uji klinis kepada manusia di akhir Juli mendatang.

"Akan sulit untuk melakukan uji klinis di rumah karena jumlah kasus baru yang rendah dan kami memahami diskusi sedang berlangsung dengan negara-negara Eropa untuk uji coba," kata wakil direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) Kwon Jun-wook.

Baca Juga: Dampak Penundaan Ibadah Haji, 1.490 Calon Jemaah Kabupaten Tasikmalaya Batal Berangkat

Kwon mengatakan, proses itu akan membuka jalan bagi Korea Selatan untuk mengamankan pasokan perawatan yang cukup besar pada paruh pertama tahun depan.

Saat ini tidak ada pengobatan untuk Covid-19 dan uji coba manusia terhadap beberapa obat antivirus yang ada belum menunjukkan kemanjuran penuh.

Eli Lilly and Co mengatakan pada Senin bahwa pihaknya telah memulai uji coba tahap awal untuk menguji potensi pengobatan Covid-19, dalam studi pertama di dunia tentang pengobatan antibodi terhadap penyakit tersebut.

Baca Juga: Studi Baru: Gunung Berapi Terbesar di Dunia Tersembunyi di Bawah Laut Samudera Pasifik

Pembuat obat AS Gilead Science Inc telah melaporkan hasil uji coba yang menjanjikan untuk remdesivir.

Pengobatannya mendorong persetujuan darurat di Amerika Serikat dan Jepang. Korea Selatan juga mengatakan minggu lalu akan meminta impor remdesivir untuk Covid-19.***

Editor: Suci Nurzannah Efendi

Sumber: REUTERS


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x