Imbau Pemprov DKI Jakarta Ganti Bus dengan Tenaga Listrik, DPRD: Segerakan Armada Bus Dikonversi Menjadi EV

- 15 Mei 2024, 14:50 WIB
Ilustrasi - Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Ismail mendesak Pemprov agar meremajakan bus yang menggunakan bahan bakar minyak jadi tenaga listrik.
Ilustrasi - Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Ismail mendesak Pemprov agar meremajakan bus yang menggunakan bahan bakar minyak jadi tenaga listrik. /Pixabay.com//Skitterphoto

PR TASIKMALAYA - Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Ismail mulai mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI agar meremajakan bus yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM) menjadi tenaga listrik.

Adapun yang disampaikan Ismail soal bus menggunakan tenaga listrik tersebut, ada kaitannya dengan pencemaran udara dan penyakit pernafasan.

"Transportasi umum masal yang menjadi kontributor pencemaran udara dan memicu berbagai penyakit pernapasan, maka kita harus segerakan armada bus dikonversi menjadi EV," kata Ismail pada Rabu, 15 Mei 2024, sebagaimana dilansir PikiranRakyat-Tasikmalaya.com dari Antara. 

Ismail menyebut, armada bus menjadi penyumbang polusi terbesar di Jakarta dari segi transportasi.
Ia juga menyinggung soal masalah polusi udara di Jakarta yang belum kunjung usai dan bisa mengkhawatirkan kesehatan warga. 

Baca Juga: Peringati HUT TNI dan Bhayangkara Ke-78, Polres dan Kodim Tasikmalaya Gelar Lomba Islami

Tak hanya itu, Ismail juga mengatakan  jika DKI Jakarta masuk tiga besar provinsi yang mengalami kasus saluran pernafasan terbanyak, bersama Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Perihal emisi karbon, dia melihat ada sejumlah penyakit yang bisa mengganggu masyarakat. Padahal, pemerintah masih memberikan subsidi BBM untuk operator angkutan umum dengan nilai Rp7 triliun per tahun.

"Emisi karbon ini menimbulkan sejumlah penyakit, yang ini juga menjadi beban bagi pemerintah dalam memberikan subsidi kesehatan," ujarnya.

Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta memperbanyak bus listrik untuk menekan polusi udara dan menarik minat warga menggunakan transportasi umum.

Halaman:

Editor: Aghnia Nurfitriani

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah