Sebut Banser Keturunan PKI, Ustadz Alfian Tanjung Akhirnya Ucapkan Permintaan Maaf

- 23 September 2020, 18:40 WIB
Konferensi pers GP Ansor terkait permintaan maaf dari Ustaz Alfian Tanjung kepada Ansor, Banser, dan keluarga besar Nahdlatul Ulama yang disiarkan langsung secara daring, Rabu (23-9-2020). ANTARA/HO-tangkapan layar Zoom /


PR TASIKMALAYA - Sebelumnya, beredar video Ustadz Alfian Tanjung yang tengah menyampaikan pidato di hadapan jemaah.

Dalam video tersebut, ia di antaranya menyebut kader-kader Ansor Banser saat ini keturunan PKI.

"Karena dahulu yang membunuh ulama itu adalah Pemuda Rakyat PKI, ketika terjadi serangan balik oleh Banser, Banser membunuh orang-orang PKI. Maka, tidak semua orang-orang PKI itu tidak diselesaikan, terutama yang tokoh-tokohnya. Akibatnya tokoh-tokoh PKI masa lalu punya anak, punya cucu jadi pengurus Banser," ujar Alfian dalam video yang beredar.

Baca Juga: Pernah Sebut Xi Jinping 'Badut', Pengkritik Pemerintahan Tiongkok Kini Dihukum 18 Tahun Penjara

Karena video menjadi heboh, Ustaz Alfian Tanjung akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada GP Ansor, Banser, dan keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) atas pernyataan dan ujaran kebencian yang disampaikannya.

Ia meminta secara terbuka dalam konferensi pers bersama Pengurus Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor yang digelar secara virtual, Rabu.

Dalam acara tersebut, hadir pula Sekjen GP Ansor Adung Abdul Rochman dan Waka Satkornas Banser Hasan Basri Sagala.

Baca Juga: Temukan Hal yang Tak Wajar, Bawaslu : Usia Pemilih Denpasar Berusia Lebih 100 Tahun Capai 15 Orang

Ustadz Alfian juga sebelumnya telah bertemu dengan Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas pada tanggal 8 September 2020 dan menandatangani perjanjian perdamaian yang memuat sejumlah poin.

Di antara poin yang disepakati adalah Ustaz Alfian Tanjung adalah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada keluarga besar Ansor dan NU.

Halaman:

Editor: Rahmi Nurlatifah

Sumber: ANTARA


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X