Kemenperin Dukung Kemandirian di Sektor Industri Alat Kesehatan dan Farmasi

- 17 September 2020, 06:40 WIB
Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kemenperin, Muhammad Khayam pada pembukaan Bimbingan Teknis dan Asesmen INDI 4.0 Sektor IKFT yang dilaksanakan secara virtual. /Antara

PR TASIKMALAYA- Pandemi Covid-19 masih menjadi musuh dan ujian untuk semua negara, masyarakat pun dituntut untuk selalu siap siaga.

Sebagai industri yang paling penting dalam situasi pandemi ini, sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas dan fokus utama karena berdampak pada pembangunan kesehatan nasional.

Dikutip dari Antara, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkomitmen memperkuat industri bahan baku obat untuk mendorong kemandirian industri farmasi di Tanah Air.

Baca Juga: Bongkar Kebobrokan Pertamina, Ahok Dinilai Buka Aib Sendiri

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kemenperin , Muhammad Khayam pada saat melakukan kunjungan kerja di PT Pertamina (Persero) Refinery Unit IV Cilacap, Jawa Tengah.

“Pandemi Covid-19 membuat kesigapan semua negara meningkat, termasuk dalam hal ketersediaan obat-obatan," ujar Khayam.

loading...

Pemerintah terus berusaha memacu kegiatan riset untuk menciptakan inovasi produk sebagai salah satu upaya untuk memperkuat struktur manufaktur industri farmasi di dalam negeri.

Baca Juga: Viral Kue Pukis ala KFC, Berikut Resep Mudah untuk Dibuat di Rumah

“Pada kesempatan ini, kami memberikan apresiasi kepada PT Pertamina yang menjalin kerja sama dengan PT Kimia Farma Tbk dalam rangka pengembangan industri bahan baku obat parasetamol dari bahan baku benzene,” tutur Khayam.

Kemenperin juga menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh segala upaya pengotimalan potensi nilai tambah dari pengolahan produk turunan petrokimia menjadi bahan baku farmasi, seperti pengembangan bahan baku obat parasetamol.

Halaman:

Editor: Tyas Siti Gantina

Sumber: ANTARA


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

Moreschick

Bali Punya Desa Wisata Garam

27 September 2020, 18:02 WIB
X