Alami Kendala dengan Tiongkok, Indonesia Minta Jepang Gabung di Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

- 1 Juli 2020, 12:48 WIB
Inilah Trainset EMU CR400AF yang terdiri dari 8 gerbong mampu menembus kecepatan 350 km/jam, dan hanya membutuhkan waktu 36 menit untuk ditempuh dari Jakarta menuju Bandun. Sayangnya proyek ini nyari terhenti, dan pemeritah berharap agar Jepang mau bergabung dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang tadinya dikerjakan konsorsium China. Foto : ist

PR TASIKMALAYA - Jepang telah dibuat bingung oleh perubahan kebijakan Indonesia yang mendadak pada proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Pihak Indonesia sekarang meminta Tokyo untuk bergabung dalam kesepakatan infrastruktur utama yang awalnya dikerjakan oleh Tiongkok.

"Biasanya, (Indonesia) seharusnya berbicara dengan kami terlebih dahulu," kata seorang pejabat pemerintah Jepang, dikutip oleh PikiranRakyat-Tasikmalaya.com dari situs Japan Today.

Baca Juga: Dibanderol Harga Jutaan Rupiah, Kandidat Vaksin Covid-19 di Dunia Telah Diborong Amerika Serikat

Hal itu merujuk pada proposal baru Jakarta untuk melibatkan bantuan Jepang dalam dalam perpanjangan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Proyek kereta api berkecepatan tinggi sekitar 140 kilometer yang menghubungkan Jakarta dan Bandung ini dimulai pada tahun 2016 oleh konsorsium Indonesia-Tiongkok.

Proyek ini awalnya dijadwalkan selesai pada 2019, tetapi ditunda hingga 2021 karena masalah dengan pembebasan lahan, dan alasan lainnya.

Setelah kehilangan tawarannya terhadap Tiongkok untuk membangun kereta cepat Jakarta-Bandung, Jepang pada bulan September tahun lalu mencapai kesepakatan dengan Indonesia dalam proyek kereta api Jakarta dan Surabaya.

Baca Juga: Tunggu Kemenangan Trump pada Pemilu AS 2020, Israel Pilih Tunda Rampas Lahan Tepi Barat Palestina

Halaman:

Editor: Rahmi Nurlatifah

Sumber: Japan Today


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X