Diduga Terjadi Kebocoran Jutaan Data Warga Indonesia, Begini Penjelasan Pihak KPU

- 22 Mei 2020, 11:15 WIB
2,3 juta data penduduk Indonesia dari data DPT KPU tahun 2013 diduga berhasil dibobol dan dicuri peretas.* Kolase Pixabay dan kpu.go.id

PIKIRAN RAKYAT – Terkait dugaan jutaan data warga yang diretas, Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan pengecekan lebih lanjut dengan mengecek keamanan server data milik penyelenggara pemilu tersebut.

Dikutip PikiranRakyat-Tasikmalaya.com dari situs Antara, Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Viryan Azis mengatakan, KPU langsung mengecek data internal mereka sejak adanya klaim peretasan tersebut, Jumat 22 Mei 2020.

Baca Juga: Jangan Lewatkan, Petang Ini Kemenag RI akan Gelar Sidang Isbat Penetapan 1 Syawal 1441 H

"KPU RI sudah bekerja sejak tadi malam menelusuri berita tersebut lebih lanjut, melakukan cek kondisi internal (server data) dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, informasi lebih lanjut akan disampaikan kemudian," kata Viryan Azis.

Terkait dengan unggahan salah satu akun media sosial mengenai kebocoran data pemilih itu, menurut Viryan, data tersebut merupakan soft file dari daftar pemilih tetap Pemilu 2014.

Baca Juga: Dampak Liga 1 2020 Ditunda, Stadion Mattoanging Makassar Berubah Jadi Kebun Sayur

"Soft file data KPU tersebut (format pdf) dikeluarkan sesuai dengan regulasi dan untuk memenuhi kebutuhan publik bersifat terbuka. Picture ini berdasarkan meta datanya tanggal 15 November 2013," katanya.

Menyinggung soal jumlah datar pemilih tetap pada Pemilu Presiden 2014, ia mengatakan bahwa data itu tidak sampai 200 juta jiwa, tetapi 190 juta jiwa.

Sebelumnya, pada hari Kamis 21 Mei 2020, peretas mengklaim telah membobol 2,3 juta data warga Indonesia dari KPU.

Baca Juga: Cek Fakta: Benarkah Pasar Tanah Abang Kembali Ramai Jelang Idul Fitri di Tengah PSBB DKI Jakarta?

Halaman:

Editor: Tyas Siti Gantina

Sumber: Antara


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X