Belajar dari Rumah akan Berakhir, Pemkab Tasikmalaya Diminta Lakukan Pengkajian Sebelum KBM Dimulai

- 30 Mei 2020, 11:30 WIB
Sebelum terjadi pandemi covid-19, sebanyak 59 siswa kelas 1 di SDN 3 Salawu Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya belajar berdesakan akibat ketiadaan ruang kelas. Rencana dimulainya KBM harus memenuhi ketentuan protokol kesehatan.* //KP/ ARIS MF

PIKIRAN RAKYAT - Pemkab Tasikmalaya diminta untuk segera mengadakan evaluasi dengan melibatkan semua stakeholder, sebelum dilaksanakannya kembali Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah atau di lembaga-lembaga pendidikan lainnya secara normal.

Hal ini menyusul hendak berakhirnya masa belajar dari rumah, yakni pada tanggal 1 Juni 2020 sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Bupati Tasikmalaya nomor 400/0173 Disdikbud/2020.

Baca Juga: Jatim Tertinggi Kedua Kasus Covid-19 di Tanah Air, 135 Tenaga Medis Dinyatakan Positif Covid-19

Anggota DPRD dari Fraksi PKB, Asep Muslim mengatakan, awal bulan Juni juga bertepatan dengan berakhirnya masa libur Ramadhan di hampir seluruh pondok pesantren.

Artinya, ribuan santri dari dalam dan luar Kabupaten Tasikmalaya akan kembali ke pesantren untuk menuntut ilmu.

"Kami mendorong Pemkab Tasikmalaya, dalam hal ini Bupati, untuk segera membuat batasan atau protokol kesehatan yang harus diberlakukan di sekolah-sekolah atau pesantren," jelas Asep Muslim, Sabtu 30 Mei 2020.

loading...

Baca Juga: Cek Fakta: Benarkah Yogyakarta Ditunjuk Jadi Daerah Percontohan Utama untuk Terapkan New Normal?

Upaya ini agar pesantren di Kabupaten Tasikmalaya tetap berada pada zona sehat, terbebas dari ancaman pandemi Covid-19.

Asep juga meminta pemerintah daerah untuk mengkaji berbagai aspek yang berkaitan dengan akan dimulainya KBM di tengah-tengah wabah Covid-19, sebelum kebijakan baru tentang pendidikan dilaksanakan.

Menurutnya, kebijakan pemerintah ke depan dalam upaya memutus mata rantai Covid-19, harus mampu mengantisipasi berbagai kemungkinan terburuk apabila aktivitas anak-anak didik kembali dilakukan di ruang-ruang kelas atau pondok pesantren.

Halaman:

Editor: Tyas Siti Gantina


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X