Bantah Menolak Kremasi Jenazah Covid-19, Warga Hanya Minta Koordinasi

- 30 Maret 2020, 09:45 WIB
SALAH seorang tokoh warga Ade Muharam.* /Asep M Saefuloh/

PIKIRAN RAKYAT- Warga sekitar lokasi krematorium, membantah adanya penolakan oleh warga untuk melakukan kremasi jenazah pasien positif Covid-19.
 
Menurut warga, pengurusan jenazah terkatung-katung dikarenakan tak ada koordinasi antara petugas rumah sakit dengan warga.

Ade Muharam salah seorang tokoh warga menjelaskan, warga sekitar krematorium telah dua kali kedatangan jenazah pasien Covid-19 dikremasi di krematorium di daerahnya.

 
 
Pertama pasien Covid-19 dikremasi terjadi pada Kamis 26 Maret 2020. Menurut dia, ketika itu, ambulans yang membawa jenazah pasien Covid-19 datang secara tiba-tiba.
 
"Yang mengantar kan semua pakai APD, sementara yang bakar (kremasi) tidak. Yang bakar itu warga di sini, jadi warga trauma, karena tidak ada dikasih APD dan tidak ada koordinasi," kata dia.

Ahmad menambahkan, peristiwa yang terjadi pada Kamis kembali terjadi pada Minggu pagi. Tanpa koordinasi dengan warga sekitar, ambulans tiba-tiba datang lagi mengantarkan jenazah pasien Covid-19 untuk dikremasi.


Menurut dia, pemilik krematorium tak menyanggupi untuk melakukan kremasi karena warga yang biasa membantu tidak ada yang menyanggupi.
 
 
"Pemilik tidak sanggup membakar. Warga juga tidak ada yang mau," kata Ade.

Setelah itu, petugas akhirnya memutuskan untuk mengurus jenazah dengan cara dikubur pada Minggu siang.

 
Namun, pada Minggu petang petugas kembali membawa jenazah ke krematorium sebab jenazah tak jadi dikuburkan karena satu dan lain hal. Setelah warga berdiskusi dengan petugas, jenazah akhirnya dapat dikremasi.
 
"Sebenarnya kita dari awal tidak apa apa ada yang di kramasi disini, hanya kurang koordinasi saja," kata dia.
 
Ahmad berharap, ke depannya koordinasi bisa dilakukan lebih baik jika jenazah pasien positif Covid-19 hendak dikremasi di tempat itu.
 
"Jangan datang secara tiba-tiba tanpa ada koordinasi. Kordinasikan terlebih dahulu sehingga warga sekitar dapat melakukan persiapan," katanya.

"Soalnya kan kita khawatir juga kalau di dekat lokasi ada warga yang menjemur pakaian atau apa, kan bisa diangkat dulu. Kita juga disini selalu ikhtiar agar tidak tertular virus itu," tutup Ade. (Asep MS).*** 

Editor: Rahmi Nurlatifah


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X