Korban Longsor Cisayong Tasikmalaya Belum Ditemukan, Tim SAR Gabungan Turunkan Anjing Pelacak

- 5 Maret 2020, 11:52 WIB
Tim SAR Gabungan Turunkan Anjing Pelacak Mencari Korban Longsor.*

PIKIRAN RAKYAT - Tim SAR gabungan menurunkan anjing pelacak dari Polda Jawa Barat untuk mencari korban longsor di Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis 5 Maret 2020.

"Pada hari ke 7 ini kami menurunkan anjing pelacak untuk mempercepat proses pencarian korban longsor," jelas Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Anom Karibianto.

Anjing pelacak yang sudah terlatih tersebut dipinjamkan dari Satuan Brimob Polda Jawa Barat.

 
 
Selain anjing pelacak juga dibantu oleh anggota Satuan Brimob dari Polda Jawa Barat yang memiliki kemampuan SAR.
 
Hal itu dilakukan upaya untuk mempercepat proses pencarian korban yang hingga kini belum juga ditemukan.

Menurut dia, pencarian korban dilakukan di lokasi yang diduga menjadi tempat terakhir korban terlihat.
 
Berdasarkan keterangan saksi mata yang terakhir berkomunikasi dengan korban, ketika kejadian longsor korban atas nama Didi (60 tahun) ingin memperbaiki saluran air di sekitar lokasi kejadian.

Anom mengatakan, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian di sekitar lokasi. bahkan beberapa kali proses evakuasi dihentikan ketika hujam turun di lokasi.

 
 
Petugas khawatir bila terjadi longsor melihat medan yang masih rawan pergerakan tanah.

"Untuk titik yang dicari, korban tempat yang diduga korban saat memperbaiki aliran air. Kita sisir tempat itu," kata dia.

Sementara itu Kepala Kantor SAR Bandung Deden Ridwansah mengatakan, pencarian dilakukan dengan membagi tim menjadi dua unit.

 
Unit pertama melakukan pencarian di bagian atas titik diduga korban tertimbun menggunakan cangkul secara manual.
 
Sementara unit dua melakukan pencarian di bagian titik bawah diduga korban tertimbun juga mencangkul secara manual.
 
Baca Juga: Akui Jawa Barat sebagai Penyumbang Ekonomi Tanah Air, Ridwan Kamil Minta Rp 60 Triliun untuk Anggaran Daerah Tahun 2021

loading...

"Tim SAR Gabungan memulai pencarian korban sejak pukul 08.00 WIB pagi," tuturnya.

Menurutnya, tim di lapangan terkendala ketebalan tanah mencapai 6-7 meter. Sementara alat berat hanya bisa untuk memperbaiki jembatan.

Kendala di lapangan juga tidak adanya saksi mata yang mengetahui pasti lokasi terakhir korban.

 
Selain itu, cuaca juga berpengaruh terhadap pencarian mengingat kondisi cuaca di wilayah tersebut tidak stabil.*** 


Editor: Rahmi Nurlatifah

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X