Sabtu, 29 Februari 2020

Pasokan Sulit dan Harga Mahal, Polres Tasikmalaya Bentuk Tim Khusus Antisipasi Penimbun Bawang Putih

- 15 Februari 2020, 09:35 WIB
Pasokkan semakin sulit, harga bawang putih di Pasar Cikurubuk, Tasikmalaya mengalami kenaikan.* /KP/ ASEP M SAEFULOH

PIKIRAN RAKYAT - Guna penyelidikan kasus tingginya harga bawang putih di sejumlah pasar di Kota Tasikmalaya, Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya Kota membentuk tim khusus menyelidiki penimbun bawang putih.

Walaupun penyebab tingginya harga bawang putih disinyalir akibat dihentikannya impor bawang putih oleh pemerintah terkait wabah corona, namun pihak Polres tetap melakukan antisipasi terjadinya tindakan spekulatif oleh pihak yang tidak bertangungjawab yang memanfaatkan kondisi tersebut.

"Kita sudah bentuk tim khusus untuk menyelidiki dan mengawasi kemungkinan adanya penimbun bawang putih. Terlebih di wilayah Kota Tasikmalaya komoditi ini terus naik dan pasokannya berkurang akibat imbas virus Corona dan penghentian impor dari Tiongkok," jelas Waka Polres Tasikmalaya Kota sekaligus Ketua Tim Satgas Pangan, Kompol Riky Aries Setyawan kepada wartawan, Sabtu, 15 Februari 2020.

Baca Juga: Bikin Bangga Sobat Ambyar, Didi Kempot Resmi jadi Duta Antinarkoba Nasional untuk Selamatkan Bangsa

Riki menambahkan, pihaknya pun telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk bersama-sama mewaspadai dan mengawasi kemungkinan adanya tindakan kriminal tersebut.

Pihaknya tidak ingin, kondisi sulitnya komoditi itu diperparah oleh para penimbun yang sengaja membuat harga semakin mahal.

"Sampai sekarang masih diawasi dan diselidiki. Kalau ditemukan kita akan proses hukum karena telah merugikan masyarakat yang membuat harga komoditi itu semakin mahal," tanbah Riky.

Baca Juga: Dampak Virus Corona, 20 Tenaga Migran asal Kota Tasikmalaya yang Akan Magang di Jepang Terancam Batal

Lanjut Riki, tim khusus sendiri merupakan para anggota Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota. Nantinya tim itu akan bekerjasama dengan instansi pemerintah daerah terkait untuk secara langsung mengawasi distribusi bawang putih.

"Selain tim khusus, kita juga masuk ke tim satgas pangan yang telah dibentuk sebelumnya bersama pemerintah daerah," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan Kota Tasikmalaya, Muhammad Firmansyah, mengaku kebingungan guna mencari pasokan bawang putih pasca dihentikannya impor komoditi itu dari Tiongkok karena virus Corona.

Baca Juga: Jadi Makanan Kesukaan Presiden Soekarno, Cokelat SilverQueen yang Mendunia Ternyata Berasal dari Garut

Pasalnya, hampir 90 persen bawang putih yang beredar di pasar-pasar Tasikmalaya berasal dari Tiongkok. Ditambah lagi kata Firman, di wilayahnya selama ini tidak memiliki sentra petani bawang putih dan 10 persen pasokan komiditi lokalnya didatangkan dari Garut, Cianjur, dan Sukabumi.

"Memang selama ini bawang putih yang ada di Tasikmalaya 90 persen impor. Nah, 10 persennya dari produk lokal yang didatangkan dari Cikajang Garut, Sukabumi dan Cianjur. Kita bingung sekarang cari pasokan karena impor dihentikan dan di kita tak punya petani sentra bawang putih," jelas Firman.

Sementara itu, harga komoditi bawang putih di Pasar Induk Cikurubuk, Kota Tasikmalaya saat ini mengalami kenaikan signifikan hampir 100 persen.

Baca Juga: Hanya Perlu KTP dan KK, BPS Sebut Sensus Online 2020 Siap Dijalankan

Halaman:

Editor: Tyas Siti Gantina

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

X