Sabtu, 29 Februari 2020

Tampil Cantik dan Ayu dengan Payung Geulis Khas Tasikmalaya, Indah dan Berwarna-Warni

- 14 Februari 2020, 07:07 WIB
PAYUNG geulis khas Tasikmalaya/

PIKIRAN RAKYAT – Bicara  soal kekayaan Tasikmalaya seolah tidak ada habisnya. Banyak sekali potensi-potensi yang dimiliki kota kecil ini, mulai dari tempat wisatanya, ragam kuliner khasnya, serta adat istiadat hingga kerajinan khasnya.

Pada tulisan ini, PikiranRakyat-Tasikmalaya.com akan membahas banyaknya kerajinan yang ada di Kota Tasikmalaya, yakni Payung Geulis.

Simak sejarah dan uniknya payung yang menjadi ikon Kota Tasikmalaya yang satu ini.

Baca Juga: Cenderung Membuang Waktu, Siimak 4 Alasan Mengapa Seseorang Mencintai Orang yang Tidak Mencintainya

Jika diartikan secara harfiah, kata Geulis pada “Payung Geulis” berarti cantik. Dalam hal ini, tak hanya wanita saja yang bisa berdandan untuk tampil cantik, payung yang satu ini pun didandani agar terlihat cantik seperti yang melekat pada namanya.

Payung geulis merupakan satu kerjinan tangan yang terbuat dari bahan kertas dan kain. Keberadaannya hampir saja mengalami kepunahan.

Payung ini dulu biasa digunakan pada masa penjajahan Belanda oleh noni-noni Belanda, tepatnya sekitar tahun 1926.

Payung ini kemudian mengalami masa kejayaan pada era 1955 sampai 1968.

Namun masa kejayaan itu berangsur-angsur surut setelah pemerintah Indonesia pada tahun 1968 menganut politik ekonomi terbuka.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Tasikmalaya Jumat 14 Februari 2020: Siang Hujan, Cibeureum dan Cibalong Kembali Berawan Nanti Malam

Payung buatan produk luar negeri masuk ke Indonesia dan mulai mengancam usaha kerajinan di Indonesia, termasuk Tasikmalaya.

Menurunnya permintaan pasar membuat pengrajin jarang memproduksi payung geulis lagi.

Beruntung, usaha kerajinan ini kembali bersinar kembali sejak tahun 1980-an. Pengrajin payung geulis mulai membuka kembali usaha pembuatan payung walaupun dalam jumlah yang kecil.

Tak seperti payung kebanyakan, payung geulis ini hanya bisa digunakan untuk melindungi dari sinar matahari saja. Meski demikian, Pemerintah Kota Tasikmalaya terus mempertahankan kerajinan yang satu ini untuk bertahan.

Berbagai pembinaan dan pelatihan terus digiatkan pemerintah, termasuk memberikan bantuan peralatan bagi para perajin untuk meningkatkan kualitas payung geulis ini.

Baca Juga: Cegah Penyalahgunaan Nomor Telepon, Simak 10 Aplikasi Nomor Telepon Virtual Terbaik Untuk Verifikasi Akun

Pemerintah Kota Tasikmalaya juga membuat peraturan untuk mewajibkan penggunaan payung geulis sebagai hiasan depan pintu disetiap hotel, perkantoran dan rumah makan yang ada di wilayah Kota Tasikmalaya.

Keunikan yang dimiliki payung geulis sendiri yaitu terdapatnya lukisan warna-warni di keseluruhan lapisan payung.

Terdapat dua motif payung geulis, yakni motif hias geometris berbentuk bangunan yang lebih menonjol seperti garis lurus, lengkung dan patah-patah, dan motif hias non geometris yang diambil dari bentuk alam seperti manusia, hewan dan tanaman.

Rangka payung geulis terbuat dari bambu, kemudian dirangkai dan dipasangi kain serta kertas.  Ujung payung dirapikan dengan menggunakan kanji. Agar menarik, rangka bagian dalam diberi benang warna–warni.

Baca Juga: Mengenal MBTI: INTJ dan ENTJ, Kepribadian Manusia Berikut Aktivitas yang Cocok di Pagi Harinya

Harga payung ini di pasaran lokal tergolong sangat murah. Satu payung geulis berukuran kecil dibandrol dengan harga Rp 20 ribu, sedangkan ukuran sedang sampai ukuran besar berkisar Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu.

Sayang, pemasaran payung geulis masih terbilang sangat terbatas.

Kini hanya tinggal beberapa orang saja yang masih melestarikan kerajinan payung geulis ini.

Generasi muda enggan menekuni kerajinan membuat payung ini karena upahnya sangat kecil.

Tak hanya itu, proses pembuatannya pun membutuhkan ketelitian dan kesabaran.

Baca Juga: Sebut Dianaktirikan, Jalan Cibalanarik Lebih Mirip Kubangan Kerbau

Payung geulis pun biasanya dibuat hanya berdasarkan pesanan.

Bangganya, ternyata payung ini tidak hanya diproduksi untuk warga Tasikmalaya, tetapi juga telah di ekspor hingga keluar negeri seperti Jepang, Prancis dan Amerika.

Kebanyakan dari mereka menggunakannya sebagai hiasan rumah.***

PAYUNG geulis khas Tasikmalaya.*
PAYUNG geulis khas Tasikmalaya.*

 


Editor: Rahmi Nurlatifah

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

X