Sesalkan Ucapan Arteria Dahlan Soal Bahasa Kajati, Ridwan Kamil: Orang Sunda Itu Pemaaf

- 19 Januari 2022, 09:54 WIB
Ridwan Kamil menyesalkan ucapan Arteria Dahlan yang mengkritik Kajati yang menggunakan Bahasa Sunda saat rapat.*
Ridwan Kamil menyesalkan ucapan Arteria Dahlan yang mengkritik Kajati yang menggunakan Bahasa Sunda saat rapat.* /Kolase dari Instagram.com/@sahabatarteriadahlan dan Youtube.com/Najwa Shihab./

PR TASIKMALAYA - Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil menyesalkan ucapan Arteria Dahlan soal Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati), yang memakai bahasa Sunda saat rapat.

Ridwan Kamil menyesalkan ucapan Arteria Dahlan yang meminta Jaksa Agung ST Burhanuddin, mengganti Kajati yang saat rapat memakai bahasa Sunda.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil juga mengimbau Arteria Dahlan untuk minta maaf pada masyarakat Sunda.

"Saya mengimbau Pak Arteria Dahlan, sebaiknya meminta maaf pada masyarakat Sunda di nusantara ini," ucap Ridwan Kamil pada Rabu, 19 Januari 2022 seperti dikutip PikiranRakyat-Tasikmalaya.com dari ANTARA.

Baca Juga: Fakta Zodiak Karier Hari Ini, 19 Januari 2022: Cancer, Leo, dan Virgo Belajar untuk Lebih Tegas

Menurut Gubernur Jabar Ridwan Kamil, pihaknya menyebut orang Sunda itu pemaaf jika Arteria Dahlan bersedia melakukannya.

"Kalau tidak dilakukan pasti akan bereskalasi, karena sebenarnya orang Sunda itu pemaaf, jadi saya berharap itu dilakukan," lanjut Gubernur Jabar, Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil mengungkapkan, pihaknya menyesalkan ucapan Arteria Dahlan karena bahasa Sunda, telah ada sejak ratusan hingga ribuan tahun menjadi kekayaan Nusantara.

"Saya menyesalkan statement Pak Arteria Dahlan, terkait masalah bahasa," ujar Ridwan Kamil.

Baca Juga: Arteria Dahlan Minta Kajati Dipecat usai Gunakan Bahasa Sunda, Ridwan Kamil: Jika Tidak Nyaman...

Menurut Ridwan Kamil, kekayaan dan keberagaman bahasa dapat mewakili semangat Pancasila serta Bhinneka Tunggal Ika.

"Kalau ada yang rasis seperti itu, menurut saya harus diingatkan, tentunya dengan baik-baik dulu," lanjut Ridwan Kamil.

Menurutnya, wajar jika dalam ucapan selamat, pembuka atau penutup pidato, dan di tengah-tengah ada celetukan bahasa Sunda di tengah rapat.

"Saya sudah cek ke mana-mana, media bisa buktikan, saya kira tidak ada di rapat yang sifatnya formal, dari A sampai Z bahasa Sunda," kata Ridwan Kamil.

Baca Juga: Hoaks atau Fakta: Benarkah Login Facebook Kini Harus Pakai Sertifikat Vaksin?

Pihaknya juga mengaku penggunaan bahasa daerah yang di Nusantara, termasuk Sunda dinilai keren.

"Makanya, harus ditanya mana buktinya, yang membuat tidak nyaman," lanjutnya.

Selain itu pihaknya juga berharap, melihat perbedaan sebagai sumber kebencian harus dilawan, dan menjadikannya rahmat.***

Editor: Tyas Siti Gantina

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah