Soal Penutupan Rafah, Mesir Minta Israel Tanggung Jawab

- 15 Mei 2024, 16:22 WIB
Negara Mesir menyampaikan bahwa Israel yang harus bertanggung jawab atas penutupan perbatasan Rafah.
Negara Mesir menyampaikan bahwa Israel yang harus bertanggung jawab atas penutupan perbatasan Rafah. /Reuters/Mohammed Salem/

PR TASIKMALAYA - Pada Selasa, 14 Mei 2024 waktu setempat, Mesir menyatakan Israel bersalah atas penutupan perlintasan perbatasan Rafah di Jalur Gaza selatan.

Terlebih, penutupan jalur perlintasan yang dilakukan Israel tersebut saat sedang ada serangan militer di kawasan itu.

"Israel bertanggung jawab penuh atas bencana kemanusiaan yang dihadapi warga Palestina di Jalur Gaza," kata pernyataan Kementerian Luar Negeri Mesir, sebagaimana dilansir PikiranRakyat-Tasikmalaya.com dari Anadolu. 

Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry mengecam kebijakan Israel yang dianggap memutar balikan fakta dan berusaha menghindari tanggung jawab.

Baca Juga: Perkuat Ketahanan Pangan, Kementan Kembangkan Hortikultura Lahan Kering di Lumajang

Ia menganggap bahwa kendali Israel di perbatasan Rafah, operasi militer di terminal dan ada bahaya yang bisa mengancam pekerja bantuan dan pengemudi truk.

Hal tersebut diketahui menjadi alasan utama kenapa bantuan ke penyeberangan Rafah gagal.
Selain itu, dia juga mengecam keras upaya yang dilakukan Israel dalam mengalihkan tanggung jawab ke Mesir perihal krisis kemanusiaan yang belum pernah terjadi di Gaza.

Pada pekan lalu, Israel telah merebut perbatasan Rafah di sisi Palestina yang menjadi jalur utama untuk pemberian bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.

Imbas dari hal tersebut, semua penduduk di wilayah tersebut mengalami masalah kelaparan. Jalur Gaza pun kini berada di bawah Blokade Israel dan telah lumpuh sejak Oktober 2023 lalu. 

Halaman:

Editor: Aghnia Nurfitriani

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah