Ketegangan Terus Membara, Pemerintahan Trump Larang Maskapai Tiongkok Terbang ke AS

- 4 Juni 2020, 15:35 WIB
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping melakukan pertemuan secara khusus di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 di Osaka, Jepang, Sabtu 29 Juni 2019.* /ANTARA/

PR TASIKMALAYA - Pemerintahan Presiden Donald Trump pada Rabu melarang maskapai penerbangan Tiongkok untuk terbang ke Amerika Serikat mulai 16 Juni, karena menekan Beijing untuk membiarkan maskapai penerbangan AS melanjutkan penerbangan di tengah ketegangan yang membara antara dua ekonomi terbesar dunia.

Langkah tersebut diumumkan oleh Departemen Transportasi AS untuk menghukum Tiongkok karena gagal mematuhi perjanjian yang ada tentang penerbangan antara kedua negara. 

Hubungan AS-Tiongkok telah memburuk dalam beberapa bulan terakhir di tengah ketegangan seputar pandemi coronavirus dan langkah Beijing untuk memberlakukan undang-undang keamanan nasional baru untuk Hong Kong.

Baca Juga: Aksi Protes George Floyd Terus Berlangsung, Pemerintah Indonesia Berikan Pesan untuk WNI di AS

Pesanan berlaku untuk Air China (601111.SS), China Eastern Airlines Corp, China Southern Airlines Co (600029.SS) dan Hainan Airlines Holding Co (600221.SS), serta Sichuan Airlines Co yang lebih kecil dan Xiamen Airlines Co. operator saat ini terbang empat kali pulang pergi ke Amerika Serikat setiap minggu.

Delta Air Lines (DAL.N) dan United Airlines (UAL.O) telah meminta untuk melanjutkan penerbangan ke Tiongkok bulan ini, bahkan ketika maskapai penerbangan Tiongkok melanjutkan penerbangan AS selama pandemi.

Delta mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu bahwa pihaknya mendukung dan menghargai tindakan pemerintah AS untuk menegakkan hak-haknya dan memastikan keadilan.

Baca Juga: Meski Alami Penundaan Keberangkatan akibat Pandemi, KBIH di Tasikmalaya Tetap Buka Pendaftaran Haji

United mengatakan akan menantikan untuk melanjutkan kembali layanan penumpang antara Amerika Serikat dan Tiongkok 'ketika lingkungan regulasi memungkinkan mereka untuk melakukannya'.

Halaman:

Editor: Suci Nurzannah Efendi

Sumber: Reuters


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X