Lockdown Melanda Afghanistan, Taliban Usulkan Pertukaran Tawanan dengan Amerika Serikat

- 2 April 2020, 10:00 WIB
ILUSTRASI bilik penjara.*

PIKIRAN RAKYAT - Tekait pandemi virus corona, Pemerintah Afghanistan berencana membebaskan sejumlah tawanan dari kelompok Taliban pada pekan ini, setelah karantina wilayah atau lockdown untuk membatasi penyebaran Covid-19 diberlakukan.

Dilansir Reuters, Pejabat Afghanistan mengatakan, pertukaran tersebut adalah langkah guna membangun kepercayaan atas penandatanganan kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Taliban untuk mengakhiri perang yang berlangsung selama dua dekade terakhir, pada Rabu, 1 April 2020.

Sebelumnya, tiga anggota Taliban telah tiba di Ibu Kota Kabul pada Selasa, 31 Maret 2020 lalu, untuk memulai proses pertukaran tawanan tersebut.

Baca Juga: Hubungan Cinta Terhalang Restu Orang Tua? Coba Beri Pemahaman Ini

Pertemuan antara Afghanistan dan Amerika Serikat terjadi, sehingga Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo menyebut, perkembangan kesepakatan damai pada Selasa lalu sebagai 'kabar baik'.

Lebih lanjut, pertukaran yang terjadi dalam satu pekan setelah ia mengunjungi perwakilan kedua pihak bertikai di Kabul dan Doha, Qatar.

Memantik, juru bicara Taliban mengungkap bahwa setidaknya seratus kombatan Taliban yang ditahan akan dibebaskan secepatnya.

Baca Juga: Mengejutkan, Tiongkok Laporkan Lebih dari 1.000 Kasus Virus Corona Baru Tanpa Gejala

Sebagaimana diketahui, pembebasan itu menandai langkah pertama dalam pertukaran sekitar 6.000 tawanan yang ditahan oleh kedua belah pihak.

"Seratus tahanan akan dibebaskan dalam tahap pertama, kemudian kedua belah pihak akan mengkaji apakah pembebasan seratus orang per hari dapat berjalan dengan baik atau tidak," ujar juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid.

Halaman:

Editor: Tyas Siti Gantina

Sumber: Reuters


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X