Lockdown Hari Pertama, Warga India Rebutan Barang Kebutuhan Pokok

- 25 Maret 2020, 18:39 WIB
WARGA berjubel memenuhi bus untuk kembali ke kampung mereka sebelum diberlakukan lockdown untuk meminimalisir penyebaran covid-19 di West Bengal, India, Senin 23 Maret 2020.* /Rupak De Chowdhuri

PIKIRAN RAKYAT - Dalam upaya membendung penyebaran wabah virus corona, di India mulai menerapkan karantina wilayah (lockdown) yang mulai berlaku hari ini, Rabu 25 Maret 2020. Perintah lockdown tersebut disampaikan langsung Perdana Menteri Narendra Modi.

Diberitakan oleh Reuters, di hari pertama lockdown, masyarakat di kota-kota besar seperti Ibu Kota New Delhi, Mumbai, dan Bengaluru, terlihat memadati toko-toko swalayan dan apotek. Masyarakat bergegas membeli sejumlah kebutuhan harian dalam jumlah banyak.

Baca Juga: Meski Terapkan Aturan Ketat, New York Laporkan 15.000 Kasus Baru Virus Corona

Modi dan para pakar kesehatan memperingatkan bahwa sekitar 1,3 miliar orang di negara itu bisa saja mengalami gelombang infeksi virus corona jika langkah karantina wilayah ini tidak segera diambil, mengingat saat ini sudah ada 536 kasus Covid-19 dengan 10 kasus yang berujung kematian.

Dengan penutupan perbatasan, antrean truk pengangkut susu, buah-buahan, dan sayuran berjajar di jalan tol, sekalipun Modi menyebut bahwa pelayanan vital di seluruh wilayah negaranya masih akan berjalan normal.

"Sebetulnya tidak ada arahan yang jelas, polisi bilang kami harus menutup toko," ujar Ram Agarwal, salah satu pemilik toko makanan ringan di New Delhi yang kebanjiran pembeli.

Baca Juga: Maskapai Pesawat Wings Air Hentikan Penerbangan ke Kota Tasikmalaya

Sementara itu, untuk layanan belanja online di India diyakini tidak dapat berjalan efektif karena mengalami beberapa hambatan. Perusahaan dagang elektronik Flipkart telah menangguhkan pelayanan baru-baru ini.

Layanan pesan antar kebutuhan sehari-hari milik Amazon India juga tidak lagi tersedia di beberapa kota.

Baca Juga: Petugas Medis Kabupaten Tasikmalaya Periksa Kesehatan WNA Asal Belanda

Halaman:

Editor: Tyas Siti Gantina

Sumber: Reuters


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X