Marvel Dikritik, Fase 4 MCU Mengabaikan 1 Nilai Jual yang Luar Biasa

- 5 Agustus 2022, 21:55 WIB
Fase 4 MCU dinilai telah mengabaikan satu nilai jual yang sangat luar biasa, hingga Marvel pun tak luput dari kritikan.
Fase 4 MCU dinilai telah mengabaikan satu nilai jual yang sangat luar biasa, hingga Marvel pun tak luput dari kritikan. /Instagram.com/@marvelstudios

PR TASIKMALAYA - Film Fase 4 Marvel mungkin tampak tidak tersusun rapi, tetapi ada banyak pembangunan dunia yang dilakukan oleh pihak Marvel, dalam melakukan banyak hal untuk MCU.

Fans agak kritis terhadap Fase 4 Marvel Cinematic Universe (MCU) dan cara penanganannya sejauh ini, tetapi sebenarnya ini menyiapkan lebih banyak alam semesta daripada Fase 1 hingga 3 yang pernah dilakukan sebelumnya.

Selama Fase 1 yang mencakup segalanya hingga film Avengers pertama, Nick Fury adalah perekat alam semesta MCU.

Di akhir film Iron Man yang merupakan film pertama MCU, Nick Fury menerobos masuk ke rumah Tony Stark setelah dia mengumumkan bahwa dia adalah Iron Man pada konferensi pers.

Baca Juga: Doctor Doom Gantikan Kang The Conqueror Jadi Villain? Simak 10 Teori Avengers: Secret Wars

Dia sedang menunggu Tony Stark dan bertanya kepadanya tentang sesuatu yang disebut "Avengers Initiative", yang menginspirasi setiap penggemar yang melihat momen itu untuk bertanya-tanya dengan penuh semangat, apa yang akan terjadi selanjutnya, yang dikutip PikiranRakyat-Tasikmalaya.com dari Screen Rant.

Fase 1 MCU difokuskan untuk membangun Avengers dan juga menyiapkan Thanos sebagai penjahat utama dari alam semesta tersebut.

Berlangsung setelah Pertempuran New York, Fase 2 MCU memperkenalkan beberapa karakter seperti Guardians of the Galaxy, Ant-Man and The Wasp, Falcon, Scarlet Witch, Vision, dan Quicksilver yang berumur pendek.

Fase alam semesta MCU ini diwarnai oleh lebih banyak aksi di permukaan tanah ketika tidak berfokus pada infinity stone, tetapi infinity stone masih meresap melalui film yang terjadi di Fase 2.

Halaman:

Editor: Rahmi Nurlatifah

Sumber: Screen Rant


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network