Cek Fakta: Pos TNI-Polri di Papua Dikabarkan Diserang KKB OPM hingga Amunisi Raib, Ini Faktanya

- 30 Mei 2020, 07:35 WIB
PROSES evakuasi petugas medis korban penembakan KKB Papua.*

PIKIRAN RAKYAT - Beredar informasi dalam media sosial yang mengklaim terjadinya penyerangan empat pos darurat TNI-Polri dan perampasan amunisi oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga, Papua pada 18 Mei hingga 25 Mei 2020 lalu.

Dalam unggahan itu, sebuah narasi itu mengklaim adanya penyerangan empat pos darurat TNI-Polri dan perampasan sejumlah amunisi di Kabupaten Nduga.

Baca Juga: Taman Hiburan Jepang Dibuka, Naik Roller Coaster Dilarang Berteriak hingga 'Hantu' Wajib Jaga Jarak

Hal itu dinyatakan oleh Juru Bicara Komando Nasional (Komnas) Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), Sebby Sambom. Peristiwa penyerangan pos dan perampasan senjata disebut terjadi pada 18-25 Mei 2020.
 
Bahkan, sejumlah amunisi yang disebutkan berhasil dirampas, yakni 60 magasin peluru aktif dengan amunisi sebanyak 1.800 butir, peluru rantai 3 unit yang per butir belum hitung, 16 peluru roket basoka.

Baca Juga: Wali Kota Tasikmalaya Apresiasi 2.000 Paket Sembako Polri Bagi Warga Terdampak Covid-19

Lalu, 30 buah tas ransel, 12 buah HP kamera merek Samsung, 6 buah HT, 2 HP satelit inmarsat dan thuraya, 15 buah rompi anti peluru, sepatu, baju-celana, terpal dan peralatan lainnya.
 
Berikut ini cuplikan narasi yang beredar dalam media sosial tersebut:

Baca Juga: Tak Perpanjang Masa PSBB, Wali Kota Tasikmalaya Optimistis New Normal Tetap Diberlakukan 1 Juni

HOAKS klaim terjadinya penyerangan empat pos darurat TNI-Polri dan perampasan amunisi oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.*
HOAKS klaim terjadinya penyerangan empat pos darurat TNI-Polri dan perampasan amunisi oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.* /KOMINFO

Namun berdasarkan hasil penelusuran PikiranRakyat-Tasikmalaya.com dari situs resmi Kominfo RI, terdapat pernyataan Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal dalam keterangan pada Kamis, 28 Mei 2020.

Baca Juga: Cek Fakta: Hoaks Dokter di Italia Disebut Tak Patuhi Hukum Kesehatan dan Corona Berasal dari Bakteri

Secara tegas, Ahmad menyatakan tidak ada penyerangan dari KKB kepada empat pos darurat TNI-Polri.
 
Lebih lanjut, Ahmad mengatakan, penyebaran narasi kebohongan itu sengaja dibuat sebagai upaya provokasi yang terus dilakukan oleh pimpinan KKB, Egianus Kagoya.

Halaman:

Editor: Tyas Siti Gantina

Sumber: Kominfo


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

Pikiran Rakyat Media Network

X